Kota Bogor Gelar PTM Bulan Depan

by -

METROPOLITAN.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor berencana menggelar kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai bulan depan.

Keputusan ini diambil menyusul status PPKM Kota Bogor sudah turun dari Level 4 ke Level 3.

“Insya Allah September akhir sudah bisa dilaksanakan,” kata Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi kepada wartawan, Rabu (25/8).

Menurutnya, saat ini pihaknya pun akan melakukan persiapan kembali terkait kesiapan sekolah-sekolah menggelar PTM, khususnya di 37 SMP dan 275 SD yang ada di Kota Bogor.

Mulai dari infrastruktur, kesiapan administrasi, kurikulum, tenaga pengajar, pengaturan guru hingga pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kita persiapkan dulu, jika sudah sesuai SKB empat menteri dan intruksi menteri, kita akan laporkan ke wali kota untuk (diputuskan) diizinkan atau tidak (PTM digelar),” ucapnya.

Baca Juga  Kota Bogor Uji Coba PTM, Karena Kelamaan Di Rumah Sewaktu Masuk Sekolah Siswa Keder

“Rencananya yang kita izinkan menggelar PTM, untuk SD hanya kelas atas (4, 5 dan 6). Kalau SMP seluruhnya. Dan kalau sudah membaik maka akan dimasukan seluruhnya,” sambung dia.

Soal PTM digelar jika vaksinasi para pelajar sudah mencakup 100 persen, dijelaskan Hanafi, sebenarnya target vaksin tercapai atau tidak hingga Oktober nanti, PTM tetap akan berjalan.

Karena, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali, Kota Bogor sudah diperbolehkan menggelar PTM.

“Walau target vaksin tidak terlaksana, level kita level 3, (maka) PTM tetap berjalan, tetap akan kita jalankan sesuai intruksi Mendagri,” bebernya.

Baca Juga  Jelang PTM, Orang Tua Waswas Banyak Siswa Belum Divaksin

“Sudah memungkinkan dilakukan kegiatan kelompok termasuk pendidikan maksimal 50 persen,” lanjut dia.

Namun ketika PTM dijalankan, Hanafi mengaku tidak bisa memastikan apakah seluruh pelajar bisa mengikuti kegiatan bejalar di sekolah. Sebab, pelajar mengikuti PTM berdasarkan izin dari orang tua masing-masing.

“Untuk persyaratan PTM, tidak ada yang statusnya tidak boleh divaksin, lalu tidak boleh sekolah, persyaratan PTM hanya izin dari orang tua. Jadi ketika ada yang tidak divaksin, kemudian dilarang sekolah, itu tidak benar,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan sinyal sekolah di Kota Hujan dapat menggelar belajar tatap muka. Hal ini diungkapkan menyusul status PPKM Kota Bogor turun dari Level 4 ke Level 3.

Baca Juga  Jadi Syarat PTM, Ribuan Pelajar Rumpin Divaksin

Bima Arya mengaku sudah memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyiapkan mekanisme pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Opsi pertama apakah kita menunggu 100 persen guru/pelajar sudah divaksin, atau kedua sekolah-sekolah yang sudah divaksin saja yang bisa menjalankan tatap muka,” kata Bima Arya di Balai Kota Bogor kepada wartawan, Selasa (24/8). (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.