Masyarakat Bingung, Pelaku Pariwisata Puncak Menjerit

by -

METROPOLITAN – Imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemasukan pelaku pariwi­sata Puncak-Bogor anjlok. Pembatasan yang dilakukan pemerintah membuat penda­patan kebanyakan warga Puncak yang bergantung pada pariwisata sulit menda­pat pemasukan untuk kebu­tuhan sehari-hari.

”Pendapatan pramuwisata binaan Pokdarwis Puncak, fotografer, home stay, vila, dan lain-lain menurun dras­tis karena wisatawan yang datang hanya sebagian Kecil,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak, Cisarua, Bowie.

Bowie mengatakan, apa­bila PPKM terus berlanjut, pelaku pariwisata Puncak bakal menghilang. Sebab, para warga Puncak yang menggantungkan hidupnya pada tempat wisata tidak bisa lagi memenuhi kebutu­han sehari-harinya seperti untuk anak dan istri mereka.

”Warga Puncak minimal Rp200 ribu per hari untuk kebutuhan. Pelaku pariwi­sata Puncak ada ribuan orang dan sekarang semuanya ter­puruk. Kalau PPKM terus berlanjut, pelaku pariwisata Puncak akan mati perlahan,” jelas Bowie.

Baca Juga  Omzet Anjlok, Pengelola Hotel Puncak Diskon Habis-habisan

Sebagai ketua Pokdarwis Puncak, Bowie meminta pe­merintah untuk melonggar­kan PPKM. Atau jika memun­gkinkan, segera dihilangkan. Sebab, penyekatan aktivitas masyarakat menyulitkan usaha warga.

Pelaku pariwisata Puncak, tuturnya, juga bakal tetap menerapkan protokol kese­hatan (prokes) untuk men­cegah penyebaran Covid-19 di wilayah wisata Puncak, Kabupaten Bogor.

”Kami berharap pemerintah gunakan saja aturan buat masyarakat agar patuh dengan protokol kesahatan, jangan ada aturan PPKM. Penyeka­tan aktivitas masyarakat mau ke mana-mana jadi susah,” harapnya. (tib/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.