Nggak Ada Kebijakan Khusus Vaksin bagi Santri di Kota Bogor, Baru 20 Ponpes Dapat Vaksin

by -

METROPOLITAN – Sebagai salah satu sektor pendidikan, proses vaksinasi terhadap santri di berbagai pondok pesantren (ponpes) se-Kota Bogor rupanya belum optimal.

Wakil Wali Kota Bogor, De­die A Rachim, menuturkan, meskipun ada kewajiban vak­sin, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak memiliki program khusus vaksinasi bagi santri. Hanya saja semua bisa mengik­uti vaksin berdasarkan usia. Di mana santri dengan usia di atas 12 tahun bisa ikut divak­sin. “Tidak secara spesifik (vaksinasi untuk santri, red), tapi berdasarkan usia. (Usia) 12 tahun ke atas bisa ikut vak­sin,” katanya kepada Metro­politan, Rabu (25/8).

Meski begitu, pihaknya tetap menggencarkan vaksinasi untuk santri. Salah satunya dengan menggandeng Ke­menterian Kesehatan (Kemen­kes) yang mengadakan vaksi­nasi di ponpes. “Beberapa waktu lalu ada kegiatan Ke­menkes dengan ponpes,” ujarnya.

Baca Juga  86 Santri Positif Covid-19, Klaster Pesantren Hantui Pesantren di Bogor

Sementara itu, Analisis Data dan Informasi pada Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemente­rian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Lia Dahliantini, menu­turkan, untuk kebijakan wajib vaksin pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ia mengakui pihaknya sudah melakukan imbauan kepada pesantren untuk melakukan vaksinasi kepada para santri. Hingga kini pihaknya terus melakukan pendataan untuk memunculkan angka sasaran vaksin.

“Terkait berapa sasarannya, hingga kini kami masih mela­kukan pendataan. Kalau san­tri yang sudah dapat vaksin, jumlah sementara sekitar 1.000-an santri. Angka pasti­nya kita belum punya, karena beberapa ponpes belum melaporkan,” papar Lia. Jum­lah itu, sambung dia, baru data santri dari sekitar 20-an ponpes. Sekadar diketahui, jumlah ponpes se-Kota Bogor kurang lebih 140 ponpes.

Baca Juga  31 Kecamatan Rawan Bencana

“Data baru sekitar 20 pesan­tren. Untuk jumlah total pon­pes sekian masih diverifikasi, karena itu data lama. Jadi, jumlah pesantren yang masih aktif kemungkinan kurang dari segitu,” tukasnya.

Kendalanya, sambung Lia, ada beberapa ponpes ter­tentu yang sulit bagi pihaknya mengakses informasi-infor­masi. Jadi bisa saja mereka sudah vaksin, tapi belum lapor. Atau memang belum vaksin dan tidak melapor.

“Jadi sasaran vaksin mah se­betulnya sebanyak mungkin. Kita lagi berusaha menjemput bola ke pesantren-pesantren untuk mengetahui data yang sudah dengan yang belum atau siap vaksin. Kemudian akan kita koordinasikan dengan Di­nas Kesehatan terkait kebutu­han vaksinasi tersebut. Se­moga semakin banyak santri yang divaksin,” tegasnya.

Baca Juga  CAGUB PDIP JANJIKAN DANA RP1 TRILIUN UNTUK PESANTREN

Meski begitu, sambung Lia, ponpes ini beda dengan se­kolah umum. Salah satunya karena santrinya berasal dari banyak tempat dan tak hanya warga Kota Bogor. “Be­rasal dari berbagai kota. Se­moga tidak ada hambatan untuk vaksinasi bagi santri-santri yang bukan dari Kota Bogor. Sebab, jumlahnya ba­nyak dan nggak sedikit,” tun­tas Lia. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.