Pembentukan Satgas Sekolah dan Vaksinasi Guru Jadi Syarat dari Komisi IV Dalam Penyelenggaraan PTM

by -
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi

METROPOLITAN.id – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang akan menyelenggaran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam waktu dekat, rupanya jadi polemik dikalangan orang tua murid. Hal itu membuat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi angkat bicara.

Menurutnya langkah Pemkab Bogor untuk menyelenggarakan PTM sudah tepat. Terlebih sudah beberapa tahun ini para siswa ini belajar di rumah, sehingga opsi PTM ini dianggap opsi yang baik untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang diberikan kepada para siswa.

“Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan juga oleh Dinas Pendidikan atau sekolah. Seluruh civitas sekolah harus sudah di vaksin, agar orang tua murid yang anaknya melaksanakan PTM merasa aman dan tidak khawatir,” kata Ridwan, Kamis (26/8).

Baca Juga  'Korban Tambang' Lapor ke Ombudsman

Begitu juga dengan Satgas Sekolah, ia meminta agar setiap sekolah yang menyelenggarakan PTM tersebut memiliki Satgas Sekolah. Sehingga dapat menertibkan pelajar-pelajar yang berkerumun diarea sekolah, agar para pelajar yang melaksanakan PTM ini aman dari penularan covid-19.

Dalam pelaksanaan PTM nanti, Ridwan meminta kepada Dinas Pendidikan agar memprioritaskan wilayah-wilayah yang blankspot atau tidak terjangkau sinyal internet. Karena menurutnya banyak wilayah yang saat ini masih blankspot namun belum ada perhatian dari pemerintah, sehingga wilayah-wilayah tersebut harus menjadi prioritas pelaksanaan PTM.

“Dari 40 kecamatan ini banyak sekali wilayah yang blankspot dan harusnya memang wilayah itu yang menjadi prioritasnya. Karena untuk wilayah perkotaan bisa belajar via online seperti sebelumnya,” paparnya.

Baca Juga  UIKA Bogor Gelar Kuliah Tatap Muka November

Sebelumnya, Pemkab Bogor mulai membuka kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Ini menyusul penurunan Level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyara­kat (PPKM) di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan bahwa PTM bisa dilaksanakan setelah Peraturan Bupati (Perbub) yang baru mengenai PTM ditandatangani.

”PTM bisa dijalankan dengan 50 persen. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Ade Yasin belum lama ini.

Ade menambahkan, untuk PTM di tengah PPKM Level 3 ini dilakukan sesuai instruk­si dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Kecuali untuk PAUD hanya 33 persen. Kegiatan dalam ruangan empat orang. Outdor bisa 20 orang atau 50 persen,” jelas Ade. (mam)

Baca Juga  Wandik Sepakat Larang Pelajar Bogor Naik Angkot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *