Pemkab Bogor Masih Tunggu Jawaban Pemrintah Pusat Soal Status Jalan Bomang

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hingga saat ini masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat terkait status Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) yang sebelumnya telah diajukan untuk menjadi jalan nasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor Suryanto mengatakan, jika Pemkab Bogor sudah dari jauh-jauh hari mengajukan jalan Bomang untuk menjadi jalan nasional. Namun hingga saat ini belum ada penetapan dari pemerintah pusat.

“Ketika pengajuan status jalan bomang menjadi jalan nasional ini disampaikannya melalui surat Bupati,” kata Suryanto.

Jika pengajuan Jalan Bomang menjadi jalan nasional disetujui oleh pemerintah pusat, maka proses pembangunanya pun akan diambil alih. Hal itu dilakukan, lanjut Suryanto, karena kemampuan keuangan Pemkab Bogor menurun, terlebih saat dihantam badai pandemi covid-19.

Baca Juga  Diduga Mau Bunuh Diri, Wanita 38 Tahun di Kota Bogor Nekat Lompat dari Jembatan Darul Quran

Sambil menunggu jawaban dari pemerintah pusat. Saat ini proses pembangunan jalan Bomang pun dihentikan sementara.

“Tahun 2021 tetap ada penangan untuk pengamanan badan jalan, tetapi anggarannya tidak besar,” paparnya.

Agar jalan Bomang tetap dibangun memang ada beberapa opsi yang dapat diambil oleh Pemkab Bogor, salah satunya mengajukan jalan Bomang menjadi jalan nasional yang nantinya akan dibangun oleh pemerintah pusat. Atau pemerintah pusat memberikan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pengajuan status jalan Bomang agar menjadi jalan nasional pun mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ya, tak terkecuali Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, menurutnya pembangunan Jalan Bomang ini akan menghabis­kan anggaran yang cukup besar. Namun jika hanya mengandalkan APBD Kabu­paten Bogor, dirasa akan memberatkan keuangan dae­rah saat tengah berjuang me­mulihkan ekonomi.

Baca Juga  Tunjang PTM, Puan Minta Vaksinasi Anak Segera Diimplementasikan

”Harus ada perhatian dari pusat. Jalan itu harus terealisasi dan selesai agar perekonomian masyarakat sekitar yang ting­gal di sekitar jalan itu bisa terangkat,” katanya.

Intervensi dari pemerintah pusat seperti pembangunan jalan yang dilakukan pusat langsung atau menggelontor­kan anggaran lewat DAK dan Pemkab Bogor yang akan menyerap anggarannya.

”In­tinya, kalau mengandalkan APBD akan sangat berat. Kan di Bomang itu ada pembangu­nan jembatan dan lainnya, itu butuh anggaran yang tidak sedikit. Jadi sangat perlu ban­tuan dari pusat,” ungkapnya. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *