Peran Penting Ibu dalam Membangun Karakter Anak di Masa Pandemi

by -

METROPOLITAN.id –  Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Remaja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor menggelar Webinar bertajuk ‘Peran Ibu dalam Mendidik Anak di Masa Pandemi’, Kamis (5/8).

Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Kabupaten Bogor, Hj Siti Zahroh mengatakan, acara ini bertujuan memberikan pencerahan kepada kaum ibu dalam membangun karakter anak di masa pandemi Covid-19

Acara diawali dengan tilawah Al Qur’an, dilanjut dengan sambutan Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Mukri Aji.

Dalam sambutannya, Mukri Aji mrnyebut bahwa anak adalah investasi akhirat, sebagaimana sabda Nabi SAW dan lahirnya anak shalih dan shalihah berkat peran kedua orang tua, terutama ibu.

“Nabi SaAW pernah ditanya, siapa orang yang paling utama dihargai, Nabi menjawab ibumu, ibumu dan ibumu, kemudian bapakmu,” ujar Mukri Aji.

Baca Juga  TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Pakai Politik Sarung

Meski ibu memiliki keutamaan lebih dibanding ayah, namun keduanya tidak bisa dipisahkan.

“Kita ada karena adanya ayah dan ibu, keduanya harus dihormati,” terangnya.

Sambutan dilanjutkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin. Menurutnya, pemerintah daerah menyambut baik dan mengapresiasi webinar ini.

Harapannya, pandemi tidak menyurutkan semangat para ibu untuk berinovasi dan terus menjadi sosok seorang ibu yang sesungguhnya.

“Pandemi Covid-19 berdampak pada keluarga, masalah kesehatan, tekanan psikologis, tekanan sosial ekonomi sehingga kita perlu mengokohkan stabilitas institusi keluarga agar tercapainya generasi yang berkualitas. Kualitas ibu menentukan ketahanan keluarga.” Terang Ade Yasin.

Acara ini dimoderatori Syarifah Gustiawati Mukri. Hadir juga sebagai pembicara Aisah Dahlan, (Ketua AIRI/ Asosiasi Rehabilitasi Sosial Narkoba Indonesia).

Baca Juga  Gelar Syukuran hingga Santuni 100 Anak Yatim

Aisah mengawali webinar dengan menyitir syair pujangga asal Mesir, Ahmad Syauqi.

“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak anaknya. Apabila engkau telah mempersiapkan mereka dengan baik maka sesungguhnya engkau telah mempersiapkan sebuah generasi yang baik dan kuat,” katanya.

Menurutnya, perasaan seorang ibu dipengaruhi banyak hal, dipengaruhi oleh emosi, watak, siklus menstruasi, masa nifas, masa pra monopouse, kondisi fisik, memori masa lalu dan keterampilan.

“Semakin banyak belajar, maka semakin mudah mengatasi perasaan perasaan negatif. Selain itu perasaan juga dipengaruhi oleh keyakinan karena itu kita tidak berburuk sangka kepada Allah,” ungkapnya.

Seorang ibu harus memahami gaya belajar anak anak di masa digital ini, kebanyakan anak sekarang menyukai gaya belajar audiovisual, bergantung pada teknologi, memahami sesuatu dari contoh kongkrit.

Baca Juga  Simak Nih, Bukber di Ramadan Kali Ini Diperbolehkan, Tapi Ada Syaratnya

Basanya, anak lebih kritis dalam berpendapat, kemudian mereka lebih menyenangi guru atau tutor yang bersahabat dan gemar berinovasi.

“Peningkatan kapasitas seorang ibu adalah sebuah keniscayaan di era digital dalam rangka memahami dan mendidik anak anak sesuai dengan zamannya,” tandasnya.

Webinar ini dihadiri oleh 382 orang dari berbagai instansi dan individu. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *