Polres Bogor Bakal Uji Coba Gage Akhir Pekan ini

by -
Petugas saat melakukan penyekatan di Simpang Gadog menuju Puncak, Kabupaten Bogor. Pengendara dari luar Bogor yang tak bisa menunjukan hasil tes Covid-19 diminta putar arah. (Foto: Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Polres Bogor akan mulai melakukan uji coba penerapan sistem ganjil-genap (Gage) di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mulai akhir pekan ini. Hal itu menyusul usai padatnya lalu lintas di kawasan tersebut kemarin usai pemerintah memutuskan untuk melonggarkan aturan dalam PPKM Level 3.

“Uji coba akan kami laksanakan mulai Jumat pekan ini. Termasuk Sabtu juga Minggu,” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun, Senin (30/8).

Rencana uji coba di kawasan Puncak tersebut akan dilaksanakan di beberapa titik strategis menuju kawasan Puncak. Seperti Ciawi, dan sejumlah titik lain termasuk jalur tikus.

“Kemacetan kemarin di puncak kami lihat didominasi oleh roda dua. Sehingga pengawasan itu dimulai dari Ciawi, Rainbow Hills, ada juga yang disekat full,” paparnya.

Baca Juga  Usai Dibobol, Ruang Guru SDN Gadog 01 Bogor Dibakar Orang Tak Dikenal

Pada kemacetan kemarin, Polres Bogor mencatat sekitar 38.000 kendaraan masuk ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

“Uji coba nanti kami lakukan 24 jam mulai Jumat, Sabtu hingga Minggu sambil sosialisasi kami lakukan,” kata dia.

Sebelumnya, kawasan puncak diserbu para pelancong, usai Pemkab Bogor menurunkan level pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Harun jaga mengaku bahwa arus lalu lintas meningkat pada akhir pekan lalu.

“Kita akan evaluasi ini, meski adanya pelonggaran kita masih dalam PPKM level 3 dimana ada sejumlah batasan-batasan,” kata Harun.

Ada sejumlah opsi yang nantinya akan dibahas untuk mengantisipasi lonjakan kendaran di jalur puncak, mulai dari penyekatan hingga penerapan ganjil-genap bagi kendaraan yang akan menuju kawasan puncak.

Baca Juga  Ini Dia Syarat Ormas Dapatkan Dana Hibah

Harun juga menambahkan dalam PPKM level 3 ini sejumlah tempat wisata belum diperkenankan beroperasi, terkecuali tempat konservasi seperti Taman Safari Indonesia (TSI).

“Kalau tempat konservasi memang dibolehkan, itupun hanya dalam mobil pengujungnya. Untuk tempat wahana bermainnya masih ditutup,” kata dia.

Sebelumnya, akhir pekan ini kawasan puncak diserbu para pelancong, bahkan sejumlah video sempat viral diberbagai media soial yang memperlihatkan antrean kendaraan menuju Jakarta.

“Ini PPKM level 3?, ko malah banyak yang jalan-jalan sih. Macetnya sampe 5 km,” ujar @Gitaoddo dalam akun Instagramnya.

Bahkan ia mengungkapkan, seharusnya pemerintah bisa lebih menjaga ketat sejumlah tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan.

“Inikan masih PPKM level 3 yang artinya penularan covid-19 masih ada kalau dibiarkan kaya gini pasti akan melonjak kembali kasus penularannya,” ungkapnya. (mam)

Baca Juga  Borong Cupang, Bupati Bogor Punya Beberapa Koleksi di Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *