Protes ke Perusahaan Tambang, Warga Korban Banjir Blokir Jalan

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah warga korban bencana banjir di Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menggelar aksi protes terhadap perusahaan yang berada di wilayah tersebut.

Aksi protes dilakukan dengan memblokir jalan desa yang berada di Kampung Binong, Desa Tegal Lega, Senin (30/8).

Koordinator aksi, Encep mengatakan, aksi protes dilakukan karena perusahaan dianggap tidak punya kepedulian sama sekali kepada warga sekitar yanh seringkali menjadi korban banjir.

Padahal, salah satu penyebab banjir disebut karena pendangkalan akibat limbah produksi perusahaan tambang.

“Salah satu penyebab banjir karena pendangkalan dasar Sungai Cimanceuri akibat pembuangan limbah dari produksi perusahaan tambang, yaitu PT SCG dan PT GTM,” ujar Encep, Senin (30/8).

Baca Juga  Pengerjaan Terhenti, Jalan Bomang Malah Jadi Situ

Menurutnya, usai banjir beberapa waktu lalu, warga di daerah lokasi banjir sama sekali tidak menerima bantuan dari pihak perusahaan tambang yang ada.

Untuk itu, warga menggelar protes agar perusahaan memiliki tanggung jawab atas musibah yang terjadi.

“Makanya warga melakukan aksi protes ini agar pihak perusahaan punya rasa tanggung jawab atas akibat limbah yang dibuang ke sungai tersebut,” ungkapnya.

Protes senada diungkapkan Nining. Warga korban banjir ini mengaku belum ada bantuan yang ia terima sejak banjir terjadi.

“Padahal akibat banjir peralatan rumah tangga terendam air, ayam peliharaan mati, mesin air mati dan lainnya. Mereka baru pada datang setelah di demo warga,” kata Nining.

Baca Juga  Pengendara Diduga Jambret Terjaring Razia

Aksi warga berlangsung sejak pagi hari. Hingga siang hari, upaya untuk mediasi antar warga, perusahaan dan desa masih dilakukan.

Sementara itu, perwakilan pihak perusahaan yang coba dikonfirmasi oleh awak media enggan memberikan tanggapan.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Tegallega mengatakan, selain menuntut ada bantuan, warga juga menuntut agar kedua perusahaan tambang untuk melakukan pengerukan limbah di dasar sungai.

“Karena ada beberapa korban banjir yang belum terdata, makanya akan ada pendataan ulang korban banjir. Pihak perusahaan sudah siap untuk membantu,” pungkasnya. (sir/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *