Rumah Bupati Bogor Pertama Menyimpan Bendera Pusaka Merah Putih

by -

Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menyimpan pesona budaya dan sejarah yang cukup penting di Kabupaten Bogor. Salah satunya adanya rumah dinas Bupati Bogor pertama, Ipik Gandamana. Di dalam rumah bersejarah itu, selain ada tempat tidur besi, ada pula dua keris yang digantungkan dalam kamar, tempat duduk dan perkakas rumah tangga seperti bakul nasi dan cobek untuk alat memasak.

TIDAK banyak yang tahu bahwa ada peninggalan seja­rah lain yakni dua bendera pusaka merah putih. Bende­ra pusaka itu pertama kali dikibarkan Bupati Ipik Gan­damana saat tinggal di Rumah Pendopo Malasari.

Tokoh masyarakat Malasari, Nenek Sartika (79), mengung­kapkan, saat perayaan HUT RI, Ipik kerap mengibarkan bendera merah putih di rumah dinas Malasari. Sejak rumah tersebut ditinggalkan oleh Raden Ipik Gandamana, bendera yang berukuran pan­jang dua meter dan lebar satu meter itu tersimpan rapi dalam kotak kayu. Selain bendera, di dalam kotak ada juga tanda bukti pernyataan bahwa bendera pusaka dan benda bersejarah lain meru­pakan peninggalan bupati Bogor pertama.

Baca Juga  Bupati Sentil Dinas Malas

”Bendera bersejarah pening­galan bupati Bogor pertama ada dua buah dengan ukuran yang sama,” ujar Nenek San­tika atau biasa disapa Iyot itu. Nenek yang merupakan anak kesembilan dari kepala desa Malasari pertama yakni Ining itu berharap pemerintah se­gera memperbaiki rumah bersejarah Malasari. Sebab, saat ini rumah tersebut sudah lapuk dan keropos.

”Saya minta pemerintah segera memperbaiki rumah bersejarah bupati Bogor per­tama, karena kondisinya ba­nyak yang rusak dan dinding kayunya keropos,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Malasari, Andi Jaelani Fir­daos, mengatakan, rumah tersebut luasnya 400 meter. Dalam rumah banyak benda bersejarah yang hingga saat ini masih tersimpan rapi, ter­masuk dua bendera merah putih.

Baca Juga  Bupati Bogor ‘Jewer’ Dinkes

Ia mengaku sudah mengu­sulkan perbaikan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, namun belum terealisasi. ”Rencananya rumah berse­jarah itu direnovasi sesuai aslinya oleh Kabupaten Bogor. Karena ketika bicara sejarah, keasliannya harus diperta­hankan,” tukasnya. (ads/b/ suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.