Selain Terowongan Kuno Petugas Temukan Kolam, Bima Arya: Sudah Ada Sejak Tahun 1.800

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut terowongan kuno di bawah saluran air atau drainase di sekitaran Jalan Nyi Raja Permas terdapat ruang yang mirip bak kontrol atau kolam.

Kolam dengan lebar 2 meter, panjang 10 meter dan kedalaman sekitar 1 meter itu letaknya berada di bawah depo Stasiun Bogor.

“Iya menurut informasi salah satu petugas Dinas PUPR yang mengeruk sedimentasi ada,” kata Bima Arya.

Ia menduga saluran air itu dibangun sekitar tahun 1800-an, sebelum berdirinya Stasiun Bogor. Sebab, saluran air itu berada dibawah lintasan jalur KRL.

“Dulu drainase di Kota Bogor kelihatannya canggih sekali. Tapi karena perkembangan jaman, alih fungsi dan berdiri bangunan niaga, PKL, jadi rusak. Kita lihat ada (bangunan) yang runtuh,” terangnya.

Baca Juga  Jalan Pendidikan Jadi Tempat Parkir Liar, Kelurahan Cijantung Lakukan Penertiban

Bima juga mensinyalir saluran air yang dibangun masa penjajahan Belanda itu terkoneksi dengan Istana Bogor dan yang lainnya.

Tak hanya itu, struktur bangunan tersebut secara kasat mata mirip dengan temuan bangunan bersejarah di Sukabumi, Klaten dan di Bekasi yang lokasinya dekat dengan stasiun.

“Jadi ini memang sisa peninggalan jaman Belanda. Tapi apakah ini saluran air saja atau di dalamnya ada fungsi lainnya, harus didalami. Termasuk kita telusuri sampai mana alirannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Temuan terowongan kuno di bawah saluran air atau drainase di sekitaran Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, diduga merupakan peninggalan zaman belanda.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terowongan kuno tersebut diduga sebagai bangunan yang dibangun pada zaman kolonial Belanda.

Baca Juga  Setwapres Bareng PT Mayora Kick Off Program Cegah Stunting di Bogor

Untuk menindaklanjuti temuan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Universitas Pakuan (Unpak) dan IPB University.

“Setelah kita cek di dinas terkait, memang terlihat ada peta saluran bawah tanah yang dibangun pada zaman Belanda,” kata Bima Arya usai memgecek temuan terowongan tersebut, Sabtu (28/8).

Wenurut Bima Arya, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan fungsi saluran, apakah hanya saluran air atau memiliki fungsi-fungsi lain.

Untuk lebih memastikannya, Bima mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Universitas Pakuan (Unpak) dan IPB University. Tujuannya, mendeteksi luas dan panjang saluran tersebut dengan menggunakan alat yang menunjang. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.