Sentra Vaksin Terus Ditambah, Tenaga Vaksinator di Bogor Justru Terbatas

by -
Dok. Humpro DPRD Kota Bogor

METROPOLITAN.id – Kota Bogor tengah mengebut proses vaksinasi terhadap masyarakat umum demi mengejar Herd Immunity. Upaya tersebut dibarengi dengan penambahan jumlah sentra vaksin dan lebih mendekatkan dengan masyarakat.

Sayangnya, makin banyaknya jumlah sentra vaksin disebut menimbulkan kerumunan lantaran keterbatasan tenaga vaksinator hingga relawan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti setelah melakukan inspeksi mendadak ke beberapa sentra vaksin di Kota Bogor, belum lama ini.

Ia mengapresiasi Pemkot Bogor dalam menambah jumlah sentra vaksin agar lebih dekat dengan masyarakat. Namun karena masih sedikitnya vaksinator di setiap sentra vaksin, membuat masih terjadinya kerumunan.

“Kami menyambut baik sehingga didekatkan kepada warga. Secara umum berjalan dengan baik, namun tenaga medis teknis perlu di tambah. Sehingga meminimalkan antrian dan mempercepat proses,” kata Endah.

Baca Juga  Sdn Sindangsari Siap Laksanakan Ppdb

Tak hanya itu, Endah juga meminta agar dana insentif bagi petugas di sentra vaksin bisa segera dicairkan. Tidak hanya untuk nakes, tetapi juga untuk para relawan yang ada disetiap sentra vaksin di Kota Bogor.

“Pada rapat terakhir dengan Dinkes katanya mau dicairkan, tapi kenyataannya belum. Ini akan saya minta secara langsung kepada Bu Kadinkes agar segera dicairkan. Agar para petugas yang bekerja mendapatkan perhatian dan apresiasi,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menuturkan bahwa Kota Bogor punya alokasi anggaran insentif untuk tenaga vaksinator. Menurutnya, rata-rata vaksinator merupakan tenaga kesehatan (nakes) yang sudah masuk dalam paket insentif.

Baca Juga  Narkoba Makin Gila, Siswa SMA Diminta Waspada

Sehingga, bantuan insentif untuk tenaga vaksiniator salah satunya masuk dalam bantuan insentif untuk nakes.

“Vaksinator rata-rata nakes yang sudah masuk paket insentif. Masuknya tetap di insentif nakes. Selain itu ada juga tenaga vaksinator non nakes, ada relawan dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia, red) maupun PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia, red),” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.