Vaksinasi Pelajar Kota Bogor Belum Sampai 20 Persen

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Mg3/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Kota Bogor tengah melakukan percepatan vaksinasi massal sasaran pelajar dalam persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) Terbatas. Apalagi, hingga saat ini angkanya belum mencapai 20 persen dari target.

Hal itu diungkapkan Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya. Menurutnya saat ini angkanya belum mencapai 20 persen, untuk itu dalam satu bulan ini vaksinasi akan terus dikebut.

Menurutnya, Presiden RI Joko Widodo sudah memberikan arahan bahwa pembelajaran tatap muka bisa dilakukan jika pelajar sudah divaksin.

“Hari ini (vaksinasi) pelajar belum mencapai angka 20 persen. Kalau mau belajar tatap muka, kita harus kebut dalam waktu satu bulan ini,” katanya.

Baca Juga  Para Karyawan PDJT Bershalawat Di Depan Balaikota Bogor, Minta Agar Gaji Di Bayar

Secara akumulatif, sambung dia, capaian vaksinasi sudah 52 persen dari target. Bima Arya menyatakan bahwa semua ini karena jajaran Forkopimda, camat, lurah, RW dan RT menggiring warganya untuk divaksin.

“Tapi kita berpacu dengan waktu, jangan sampai Kota Bogor membaik zona hijau, sekolah dibuka, mal dibuka, rumah makan dibuka, tapi vaksinnya belum selesai,” ujar Bima Arya.

Jika setiap hari ada 17 ribu warga Kota Bogor divaksin, kata dia, maka sebelum September berakhir vaksin bisa tuntas. Artinya semakin banyak orang yang aman.

“Tapi ini perlu kerja keras semua,” jelasnya.

Bima Arya menjelaskan, vaksin memang tidak menjamin tidak terpapar Covid-19, namun jika sudah di vaksin sudah pasti resikonya lebih ringan jika terpapar.

Baca Juga  Tahun Ini 75 Bus Konversi Angkot Mengaspal di Kota Bogor

“Jadi, sekitar 85 persen warga isolasi mandiri yang meninggal tercatat belum divaksin. Vaksin itu penting dan aman, itu sudah jelas,” tandas Bima Arya.

Di sisi lain, berdasarkan hasil survei warga merasa bahwa yang paling dekat dan berperan menginformasikan mengenai vaksin adalah ketua RT dan RW. Pemkot Bogor pun mengapresiasi setinggi-tingginya peran RT dan RW yang luar biasa.

“Tapi perjuangan belum selesai, karena harus terus memobilisasi warga ke sentra-sentra vaksin,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *