99 Persen Sekolah di Indonesia Bisa Gelar PTM

by -
ILUSTRASI. (Ist)

METROPOLITAN – Seba­nyak 99 persen atau 507 ka­bupaten dan kota di Indonesia sudah diperbolehkan melaks­anakan PTM terbatas. Terkait kesiapan PTM terbatas, seko­lah diminta segera menyele­saikan persyaratannya. Total jumlah sekolah yang dapat menerapkan PTM terbatas adalah 538.255 satuan pendi­dikan. Adapun kondisi kelas untuk jenjang SD/MI, SMP/ MTs, SMA/SMK/MA/MAK dan program kesetaraan maksimal 50 persen peserta didik.

Sementara itu, SDLB/MILB, SMPLB/MTsLB, SMALB/MALB adalah maskimal 62 persen peserta didik, lalu untuk PAUD 33 persen dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud­ristek, Jumeri, menyinggung terkait jumlah hari masuk sekolah. Sekolah bisa melaks­anakan PTM terbatas full atau 5 hari dalam seminggu.

Baca Juga  Belum Boleh Buka, Ada Sekolah di Kota Bogor Uji Coba PTM, Ini Kata Kadisdik

“Jumlah harinya, sekolah tidak dibatasi harus dua hari harus sehari. Boleh tujuh hari, enam hari, lima hari, yang penting maksimal 50 persen, jaga jarak, protokol kesehatan,” jelasnya dalam webinar Kem­bali ke Sekolah atau Belajar di Rumah: Mencari Solusi Terbaik Pembelajaran Anak, Selasa (21/9).

Hal ini dilakukan untuk me­minimalisasi kesenjangan pendidikan atau learning loss di Indonesia akibat pandemi Covid-19. Ini diharapkan da­pat mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. “Jadi sebe­narnya sekolah bisa mengak­selerasi lebih cepat lagi untuk mengejar learning loss,” se­butnya. Ia juga berharap pe­merintah daerah mendorong satuan pendidikan di wilay­ahnya untuk melaksanakan PTM terbatas. “Kami butuh dukungan dari daerah untuk memperbolehkan level 1-3 segera membuka PTM terba­tas, dari Dinas Kesehatan daerah untuk mengaksele­rasi vaksinasi bagi PTK yang menjadi prioritas nasional,” pungkasnya. (jp/feb/py)

Baca Juga  Muncul Klaster Ponpes di Kota Bogor, Nasib PTM Bagaimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *