Ada Program Pengadaan Kontrasepsi, Angka Kehamilan Kota Bogor Terus Naik, Belum Setahun Sudah Tembus 11 Ribu

by -
ILUSTRASI Balai Kota Bogor. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengeluarkan berbagai kebijakan, salah satunya distribusi alat kontrasepsi bagi masyarakat.

Sejatinya, program pembagian alat kontrasepsi itu bertujuan untuk menekan angka kehamilan saat pandemi. Namun, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, angka kehamilan di Kota Bogor hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai ribuan dan hampir menyamai angka kehamilan sepanjang 2020.

Menurut Sekretaris Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena, jumlah angka kehamilan di Kota Bogor pada tahun 2021 masih terus meningkat. Tercatat hingga sejak Januari hingga Juli lalu saja, angka kehamilan terdata sudah mencapai 11.758 kehamilan. Dari estimasi sasaran sejumlah 19.238 kehamilan.

Baca Juga  Jelang Hari Jadi Bogor 539, Bima Arya : Perayaan Sederhana Saja, Perbanyak Panjatkan Doa

“Sedangkan pada tahun 2020, angka kehamilan terdata berjumlah 20.605 orang. Dari estimasi 20.902 kehamilan,” katanya, Selasa (14/9).

Meski begitu, pihaknya juga berupaya untuk mengendalikan angka kehamilan di Kota Bogor dengan berbagai cara.

Mulai dari edukasi, konseling, mengadakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) lewat pelayanan rutin di semua puskesmas se-Kota Bogor, bidan praktek mandiri hingga Safari KB dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang, yang dinilai efektif menekan kehamilan.

Untuk edukasi, kata dia, dilakukan kepada pasangan usia subur dan dijelaskan upaya menekan kehamilan lewat program KB.

“Sedangkan untuk konseling dilakukan pada remaja untuk mencegah terjadinya pernikahan dini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( Dalduk KB) Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan bahwa pengadaan alat kontrasepsi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu.

Baca Juga  325 Pelajar Bogor Meriahkan Pasanggiri 2018

Apabila diuangkan, kata dia, bantuan tersebut berjumlah sekitar Rp400 juta. Sebab untuk karya implan dan UID punya harga satuan yang sama sekitar Rp17 juta.

Pihaknya juga mengaku gencar melakukan sosialisasi terkait program itu dengan sasaran yakni kader.

“Di mana kader tersebut yang membawa ke rumah sakit atau pada pusat kesehatan,” ujarnya.

Sebelumnya, pengadaan alat kontarasepsi di Kota Bogor sendiri seluruhnya dipenuhi oleh BKKBN Pusat melalui BKKBN Provinsi Jawa Barat. Alat kontrasepsi yang di sediakan adalah IUD, implant, suntik, pil dan kondom.

Sedangkan alat penunjang pelayanan KB berupa IUD kit dan Implant, pengadaannya di lakukan Dinas Dalduk KB Kota Bogor dengan dana yang berasal dari Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Kesehatan-Keluarga Berencana. Dengan jumlah pengadaan untuk tahun 2021 adalah 27 unit IUD kit dan 27 Unit Implant kit , dengan total anggaran Rp.307,3 juta. (ryn)

Baca Juga  BKN Gembleng PNS Kota Bogor Melaui Workshop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *