Ade Yasin Pesimis Sistem 4 in 1 Diterapkan di Jalur Puncak, Ngeri Banyak Joki!

by -
Petugas gabungan dari Polres Bogor, Dishub dan Satpol PP sedang memeriksa sejumlah kendaraan yang menuju kawasan puncak.

METROPOLITAN.id – Usai melakukan uji coba sistem ganjil genap selama dua pekan kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan melakukan evaluasi terkait persoalan kemacetan di jalur puncak, sejumlah opsi pun telah disiapkan yang nantinya akan dipermanenkan menjadi sebuah aturan.

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, kini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang melakukan kajian terhadap aturan untuk lalu lintas di jalur puncak. Bahkan sejumlah perwakilan masyarakat di puncak pun akan diundang untuk ikut serta merumuskan aturan yang sedang di kaji Kemenhub.

“Saat ini sedang dilakukan evaluasi di Kemenhub kaitan soal uji coba ganjil genap yang kemarin dilaksanakan,” kata Ade Yasin.

Ade Yasin mengungkapkan ada beberapa opsi yang ditawarkan untuk mengatasi lalu lintas di jalur puncak tersebut. Mulai dari ganjil genap, 4 in 1, atau mempertahankan sistem buka-tutup atau one way.

Baca Juga  Pendapatan Kota Bogor Turun 17 Persen, Usulan Anggaran Perubahan 2021 Defisit Rp203 M

“Untuk ganji genap kaya cukup mengurangi kendaraan yang masuk ke jalur puncak. Apalagi ditambah dengan sistem satu arah yang dapat mempercepat laju kendaraanya,” paparnya.

Sementara untuk opsi 4 in 1, Ade Yasin mengaku pesimis dapat mengurangi jumlah kendaraan yang menuju ke puncak. Apalagi sistem 4 in 1 tidak digunakan lagi dibeberapa daerah karena dianggap memiliki banyak kekurangan.

“Saya kira 4 ini 1 itu tidak efektif yah, karena di Jakarta pun ga berjalan baik. Jadi harus dipertimbangkan, khawatir malah menjadi persoalan baru seperti banyak joki dan lain-lain,” kata Ade Yasin.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan, pihaknya menyiapkan sejumlah opsi lainnya untuk mengatasi kemacetan di jalur puncak yakni 4 in 1 yang sebelumnya pernah dilakukan dibeberapa kota lainnya.

Baca Juga  Ini Ungkapan Prabowo Soal Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi

“One way (satu arah, red) ini sudah diberlakukan sejak tahun 1986 dan itu belum ada payung hukumnya masih ada diskresi kepolisian. Dan sekarang akan kita siapkan regulasinya untuk ganjil genap ataupun 4 in 1,” paparnya.

Budi melanjutkan jika sistem one way ini sudah mereduksi volume lalulintas. Namun tenaganya cukup banyak sehingga jika ada sistem yang dibangun dengan regulasi tentunya akan mereduksi petugas yang ada disana.

Selain itu, Budi juga mengaku belum bisa memastikan apakah one way akan dihapuskan lalu digantikan oleh ganjil genap dan 4 in1. Karena dirinya harus menunggu kajian serta aspirasi masyarakat puncak. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *