Aturan Ganjil Genap Belum Keluar, Warga Puncak Bakal Temui Kemenhub Sekali Lagi

by -
Petugas berjaga saat uji coba sistem ganjil genap di Simpang Gadog menuju Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/9). (Foto: Giffar/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Aturan ganjil genap untuk kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, belum juga rampung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih menunggu keluarnya aturan yang sedang digarap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut.

Perwakilan warga Puncak juga dikabarkan akan bertemu dengan Kemenhub sekali lagi sebelum aturan ganjil genap dikeluarkan.

“Ganjil genap aturannya belum keluar dari pusat. Masih kita uji coba terus sampai aturannya keluar, karena masih terus berproses,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin, Kamis (30/9).

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, perwakilan warga Puncak sudah bertemu dengan Kemenhub beberapa waktu lalu untuk membahas penetapan kebijakan ganjil genap. Meski demikian, masih akan ada pertemuan sekali lagi karena ada beberapa masukan dari warga Puncak yang harus disampaikan.

Baca Juga  Polisi Bongkar Praktik Kawin Kontrak di Puncak Bogor, 4 Mucikari Diamankan

“Kita warga Puncak masih ada satu kali lagi pertemuan dengan Kemenhub. Kemarin kita sudah ketemu, tapi masih perlu pertemuan sekali lagi,” ujar Iwan yang juga warga Puncak.

Menurutnya, masih ada keberatan dari warga Puncak terkait opsi aturan ganjil genap yang sedang disusun. Salah satu keberatan warga adalah soal opsi ganjil genp dengan kombinasi 4 in one dimana mobil yang menuju ke Puncak harus berpenumpang empat orang.

“Yang masih jadi perdebatan itu kemarin soal opsi 4 in 1, lalu opsi ganjil genap tapi satu jalur juga sama masih debatable,” terangnya.

Iwan menjelaskan, jika aturan ganjil genap dipermanenkan, warga Puncak menginginkan tidak adanya pemberlakuan satu jalur dalam penerapannya. Masukan-masukan ini yang nantinya akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya sebelum aturan ganjil genap dikeluarkan.

Baca Juga  TSI Dituding Jadi Biang Kerok Kemacetan Puncak

“Keinginan warga kalau ada ganjil genap tidak ada satu jalur, tidak ada 4 in 1, satu produk aja ganjil genap. Tapi ada keinginan dari kementerian supaya lihat situasional, jadi ketika padat saat ganjil genap diberlakukan one way. Kalau saya pada prinsipnya setuju kalau ganjil genap diberlakukan, tapi ketika macetnya tak tertangani situsional. jadi untuk pematangan perlu satu kali lagi pertemuan,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *