Awas! Cuaca Ekstrem Intai Jabodetabek

by -

METROPOLITAN – Deputi Bidang Meteorologi, Gus­wanto, mengatakan bahwa tanda-tanda terjadinya cuaca ekstrem dapat mulai dirasakan masyarakat yang berada di wilayah Jabodetabek.

Ia mencontohkan telah ter­jadi hujan es yang disertai angin kencang di sekitar kota Depok yang menyebab­kan pohon tumbang serta menimbulkan beberapa ke­rusakan lainnya pada Selasa (21/9). “Kondisi dinamika atmosfer skala lokal yang tidak stabil dengan konekti­vitas yang cukup tinggi serta didukung adanya kondisi dinamika atmosfer skala re­gional yang cukup aktif ber­kontribusi pada pembentukan awan hujan, menjadi faktor pemicu potensi cuaca ekstrem tersebut,” kata Guswanto.

Berdasarkan analisis citra satelit, cuaca ekstrem terse­but terjadi karena adanya pertumbuhan awan cumu­lonimbus yang sangat aktif di wilayah Jabodetabek mu­lai siang hingga sore hari dan menyebabkan hujan dengan kategori sangat lebat.

Baca Juga  Jelang Libur Nataru, Waspada 28 Jalur Tengkorak

Ia melanjutkan, cuaca ekst­rem juga disebabkan feno­mena gelombang atmosfer yang teridentifikasi aktif di sekitar wilayah Indonesia, termasuk di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Fenomena gelombang at­mosfer itu adalah Madden Jullian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuato­rial yang aktif di sekitar wi­layah tengah dan timur In­donesia serta gelombang Kelvin yang aktif terjadi di sekitar wilayah Jawa dan Ka­limantan.

Guswanto menuturkan, MJO, gelombang Rossby Ekuato­rial dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindika­sikan adanya potensi pertum­buhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah fase aktif yang dile­watinya.

Sepekan ke depan, ia me­negaskan, hampir sebagian wilayah Indonesia akan ber­potensi diguyur hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang. Daerah-daerah tersebut yaitu Riau, Sumatera Barat, Jambi, Beng­kulu, Sumatera Selatan, Lam­pung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga  Strategi bersaing LinkAja dengan Gopay hingga OVO

Daerah selanjutnya yang akan mengalami hal serupa adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kaliman­tan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Su­lawesi Utara, Gorontalo, Su­lawesi Tengah, Sulawesi Ba­rat, Sulawesi Selatan, Su­lawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Ia mengimbau seluruh masyarakat mewas­padai cuaca ekstrem selama musim pancaroba untuk menghindari risiko korban jiwa akibat cuaca ekstrem. (sc/tob/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *