Bernilai Fantastis, Dua Proyek Pembebasan Lahan di Kota Bogor Dicoret

by -
ILUSTRASI (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor mencoret anggaran dua kegiatan pembebasan lahan untuk jalan yang diajukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) Tahun Anggaran 2021.

Hal itu diungkapkan Ketua Banggar DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Ia mengatakan bahwa ada dua kegiatan pembebasan lahan yang dicoret dalam rencana perubahan anggaran 2021. Yakni exit tol Jagorawi dengan total anggaran yang diajukan senilai Rp39 miliar dan pembebasan lahan untuk Jalan Regional Ring Road (R3) sebesar Rp37 miliar.

“Pembebasan lahan exit tol Jagorawi di Kampung Sawah, serta untuk Jalan R3 juga belum siap. Kita akhirnya sepakati bahwa di (APBD) Perubahan 2021 untuk kegiatan lain,” katanya saat ditemui Metropolitan.id, Rabu (15/9).

Baca Juga  Ratusan Warga di Bogor Ngadu Tak Dapat Bantuan

Atang menjelaskan, anggaran yang sedianya untuk pembebasan lahan R3 itu disepakati dialokasikan untuk kegiatan perencanaan, pendataan, pengukuran, sosialisasi hingga appraisal. Pihaknya juga merekomendasikan kegiatan itu bisa selesai hingga Wangun-Jalan Tajur.

Hal serupa juga pada pembebasan lahan exit tol Jagorawi, bahwa anggaran juga dialokasikan untuk kegiatan perencanaan dan sebagainya. Sehingga untuk pembebasan lahan, kata dia, dapat dilaksanakan tahun depan.

“Nanti di (APBD) murni didiskusikan lagi. Kalau tahapan-tahapannya sudah terpenuhi semua secara regulasi, baru bisa dianggarkan di (APBD) murni 2022 atau (APBD) perubahan 2022,” terangnya.

Namun menurutnya, pembebasan lahan Jalan R3 lebih prioritas terlebih dulu untuk diselesaikan, dari yang ada saat ini mulai Parung Banteng hingga Wangun. Setelah itu, baru dilakukan pembebasan lahan untuk exit tol Jagorawi.

Baca Juga  Pengamat: Pemekaran Jangan Jadikan Arena Gladiator

“Intinya adalah dari sisi regulasi harus berjalan. Kedua, dari segi prioritas, kami memandang meneruskan Jalan R3 tembus sampai Ciawi dulu. Baru bisa selesaikan pembebasan lahan di sekitar R3, salah satunya untuk exit tol Jagorawi guna memecahkan arus lalu lintas ke Jalan Pajajaran,” jelas Atang.

“Itupun kalau seandainya kebutuhan-kebutuhan pembangunan di wilayah termasuk penanganan banjir, infrastruktur publik yang ada di wilayah sudah tertangani,” tuntas politisi PKS itu. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *