Bupati Bogor: Kalau Ada yang Keberatan Ganjil Genap Puncak Segera Sampaikan ke Kami

by -

METROPOLITAN.id – Uji coba sistem ganjil genap bagi kendaraan yang menuju Puncak, Kabupaten Bogor memasuki hari kedua, Sabtu (4/9). Bupati Bogor Ade Yasin meminta siapapun yang keberatan dengan kebijakan yang sedang diujicobakan ini untuk segera menyampaikan ke pihaknya.

Ade Yasin menjelaskan, sistem ganjil genap ini dijicobakan tak lain untuk menghindari kerumunan sehingga menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Kebijakan ini kami lakukan semata-mata untuk menghindari klaster baru di Puncak. Ini masih sosialisasi dan uji coba, kalau ada yang keberatan segara disampaikan kepada kami,” ujar Ade Yasin saat meninjau uji coba ganjil genap hari kedua di Simpang Gadog, Sabtu (4/9).

Menurutnya, lewat uji coba ini dirinya ingin melihat sejauh mana efektifitas dari penerapan ganjil genap.

Baca Juga  Semua Kecamatan di Puncak Bogor Zona Merah Covid-19, Yakin Mau Berlibur ke Sana?

Namun, kesimpulannya baru bisa diambil setelah uji coba berjalan selama dua pekan.

“Jika sudah terlihat ada aktivitas yang berkurang tentunya, masyarakat wilayah Puncak lebih kondusif, maka uji coba akan dilanjutkan dan belum bisa menjadi kebijakan permanen. Selama PPKM ini kita terapkan,” terangnya.

“Kita hanya baru memutarbalikkan saja. Minggu depan kita mulai lakukan penilaian efektif atau tidaknya. Untuk sistem buka tutup masih tentatif karena situasional sifatnya,” sambung Ade Yasin.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku 40 persen kendaraan yang menuju Puncak diputar-balik saat uji coba sistem ganjil genap hari kedua, Sabtu (4/9).

Sementara 60 persen sisanya masih bisa masuk ke kawasan Puncak karena memenuhi aturan ganjil genap dan lolos pemeriksaan aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga  Mobil Asal India Resmi Mengaspal

Untuk uji coba ganjil genap hari kedua ini, giliran plat nomor genap yang diperbolehkan masuk ke kawasan Puncak.

“Ini baru hari kedua uji coba, kita akan laksanakan selama 2 Minggu setiap Jumat sampai Minggu. Kemarin hari Jumat masih sedikit, jadi tidak terlihat kemacetan dan terkendali karena baru hari pertama. Sosialisasi juga barang kali belum signifikan sampai ke masyarakat. Hari ini biasanya ramai, dari pagi semua petugas sudah jaga disini sampai siang ini antrian kendaraan masih panjang,” kata Ade Yasin saat meninjau uji coba ganjil genap di Simpang Gadog, Sabtu (4/9)

Menurut Ade Yasin, uji coba ganjil genap ini langkah yang efektif. Kendaraan yang tak sesuai plat nomornya langsung diputar balik tanpa perlu repot-repot memeriksa surat vaksin di aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga  PAC PPP Tanahsareal Target Dua Kursi di Pileg 2024 Kota Bogor, Incar Suara dari Milenial

Pemeriksaan PeduliLindungi hanya berlaku bagi mereka yang bisa masuk jalur Puncak karena plat nomornya sesuai aturan.

“Ada 40 persen kendaraan yang diputar balik dan 60 persen masuk wilayah Puncak,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.