Butuh Biaya Hampir Rp2 T, Kota Bogor Pamer Rencana Trem Pakuan di Depan Menteri Erick Thohir

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya mempresentasikan rencana pembangunan Trem Pakuan di Kota Bogor kepada Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengadakan moda transportasi berbasis Trem rupanya mendapat respon positif dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Ia terang-terangan mendukung terobosan Pemkot Bogor dalam memberikan pelayanan publik di sektor transportasi yang memudahkan masyarakat.

“Kita jangan terjebak hanya (di persoalan) Covid terus. Tadi pak wali kota memaparkan bagaimana Trem Pakuan. Iya itu bagian investasi pasca-Covid,” katanya selepas melihat presentasi Trem Pakuan di Balai Kota Bogor, Sabtu (11/9).

Menurutnya, sektor transportasi harus dilayani dengan baik. Upaya ini, kata dia, sebagai bentuk usaha dari wali kota memastikan masyarakat Bogor ke Jakarta atau sebaliknya, jadi mudah. Bisa menyambungkan rencana LRT dengan Trem.

Baca Juga  Artis Hijrah Ramaikan Reuni 212

“Kadang kita pikir, ah belum waktunya. Itu salah. Adanya kereta cepat, itu memudahkan masyarakat bertransportasi. Jadi saya sangat mendukung terobosan yang diberikan pak wali kota, bagaimana transportasi untuk pelayanan publik, kita sinergikan antara perintah pos pusat dan pemerintah daerah,” jelas Erick.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan bahwa kajian atau Feasibility Studies (FS) dari wacana Trem Pakuan sudah selesai. Dengan konsep yang sudah matang dan angka kebutuhan sudah jelas. Ditengarai untuk pembangunan Trem butuh biaya sekitar hampir Rp2 triliun atau tepatny Rp1,6 triliun.

“Saya laporkan ke pak menteri, FS-nya sudah selesai, angkanya sudah jelas, konsepnya sudah matang. Tinggal dua hal, pertama pendanaan. Kedua kelembagaannya seperti apa,” ujar Bima Arya.

Baca Juga  Direktur JSK Kemensos RI Datangi Hambalang, Pastikan Bantuan PKH Sampai ke Penerima

Dengan percaya diri ia juga sudah melaporkan bahwa Kota Bogor siap membangun komunikasi dengan semua pihak. Ia juga akan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo untuk akselerasi pembangunan, sejalan dengan saran dari Menteri Erick.

“Karena angkanya Rp1,6 triliun. Angkanya tidak kecil. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Sejauh kita bisa membangun komunikasi dengan semua,” tandasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *