Capaian Vaksin di Bogor Masih Jauh dari Target

by -
Ilustrasi vaksin. (Foto: Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor terbilang masih jauh dari target.

Dari keterangan yang diterima Metropolitan.id per Sabtu, (18/9) pukul 12.00 WIB, baru 1.716.865 dosis vaksin disuntikkan.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.180.176 suntikkan vaksin untuk dosis pertama dan 528.400 suntikkan untuk vaksin dosis kedua.

“Total 1.716.865 dosis vaksin,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulis yang diterima Metropolitan.id, Minggu (19/9).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sendiri ditarget pemerintah pusat untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 sebanyak 4.225.790 orang atau 8.451.580 dosis. Target ini harus selesai hingga penghujung tahun, akhir Desember 2021.

Jika dihitung secara keseluruha , artinya baru sekitar 20,3 persen dosis yang disuntikkan dari target yang ada per Sabtu  (18/9) pukul 12.00 WIB.

Baca Juga  UIN Goes to SMAN 1 Tangsel

Untuk percepatan capaian target yang ditentukan pemerintah pusat, Kabupaten Bogor menargetkan mampu menyuntikkan vaksin sebanyak 100.000 per hari.

Target ini digeber melalui pencanangan Bulan Vaksinasi Covid-19 yang dimulai 9 September lalu hingga 9 Oktober 2021.

Untuk mencapai target vaksinasi 100.000 orang per hari, Pemkab Bogor pun mengerahkan semua sumber daya yang ada.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor ditunjuk untuk mengevaluasi camat dan kepala Puskesmas yang tidak memenuhi target capaian. Selanjutnya, dandim dan kapolres akan mengevaluasi jajarannya.

Vaksinasi massal juga tak hanya dilakukan di tingkat kecamatan. Satgas Covid-19 bakal memperluas vaksinasi massal hingga ke tingkat desa hingga RT/RW.

Sebelumnya, Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Hadijana mengaku ada beberapa kendala yang dihadapi dalam mengejar target tersebut, seperti tenaga vaksinator yang jumlahnya masih terbatas.

Baca Juga  Sidang Ahok Ditunda, Fahri Hamzah: Sandiwara Memuakkan

Menyiasatinya, Pemkab Bogor menggandeng berbagai organisasi profesi dibidang kesehatan, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), organisasi perawat dan bidan.

“Awal-awal sempat kekurangan. Tapi setelah itu kita mendapat dukungan penuh dari IDI serta teman-teman nakes yang lainnya. Sehingga program yang kita rencanakan sudah berjalan baik saat ini,” ujarnya, belum lama ini.

Dengan menggandeng beberapa organisasi profesi tersebut, ia optimis target vaksinasi 4.225.790 orang dapat tercapai sebelum pergantian tahun. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.