Cerita Yani Leksono Membangun Bisnis Wedding Organizer, Menjaga Kepercayaan adalah Modal Utama

by -

Membangun bisnis tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan yang harus dihadapi hingga sukses bisa direngkuh. Begitupun yang dialami Yani Leksono, pengusaha wedding yang namanya kini sudah tak asing lagi di dunia wedding organizer. Ya, wanita kelahiran Bogor 1983 itu merintis usahanya dari nol. Berawal dari wanita karier, ia memutuskan ’pensiun’ dan fokus bersama anak di rumah sambil ikut Multi Level Marketing (MLM).

JERIH payahnya selama dua tahun, ia memberanikan diri terlibat dalam kursus rias pengantin, bermodalkan ha­sil MLM dan berhasil lulus kursus, Yani langsung tancap gas membuka usaha rias peng­antin di 2012 silam.

”Awalnya hanya bermodal­kan lima gaun pengantin,” katanya saat berbincang dengan Metropolitan baru-baru ini, di Galery Nadya Wedding di Ruko Green Park, Parung, Bogor.

Baca Juga  WO Kaleng-kaleng Tipu Calon Pengantin Rp2,5 M

Promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut, relasi pertemanan dan kolega se­masa kerja, Yani gigih mena­warkan jasa rias pengantin dengan jaminan kepercayaan dan hasil rias yang memuas­kan.

Benar saja, berkat ketekunan saat menjalani kursus rias, hasil make up-nya digemari dan menuai banyak pujian dari para klien. Yani, semakin banyak dikenal dan dipercaya untuk merias hari berbahagia calon mempelai.

Tak mau puas diri, Yani terus melakukan inovasi-inovasi baru dalam menjalani bisnis­nya. Hasilnya, dari hanya memiliki gaun pengantin yang hitungan jari dan tidak me­miliki karyawan. Kini, Yani memiliki ratusan koleksi gaun pengantin yang terpampang di galeri dan 101 karyawan dalam membantu bisnisnya.

”Tapi bukan tanpa rintangan, 2018 lalu saya malah sempat ketipu miliaran. Pas banget waktu itu ingin bangun ga­leri, uangnya dibawa kabur kontraktor,” kisah Yani.

Baca Juga  Begini Cara Kakak Beradik Habisi Nyawa Marketing Cantik

Kendati demikian, Yani yang tangguh tak mau putus asa. Bahkan dirinya menyebut ujian tersebut merupakan ’sekolah hidup’ yang harus dilalui dan dijadikan pelajaran.

Yani, tak mau berlama-lama larut dalam kesedihan, ia bangkit dan meneruskan bis­nis yang dibangunnya dengan cucuran keringat itu. Hingga akhirnya tetap eksis dan ber­kembang pesat hingga hari ini. Lagi-lagi ’sekolah hidup’ belum usai, pandemi Covid-19 melanda negeri bahkan dunia. Sektor bisnis yang paling ter­dampak selama pandemi adalah jasa wedding organi­zer.

Puluhan calon pengantin galau tak karuan, pengusaha wedding organizer sempat kelimpungan. Yani Leksono, tetap bergeming, ia menja­lani hari-hari sulit dengan tetap tabah. Hebatnya, wa­nita yang memiliki hobi men­dengarkan musik Classic Rock itu tak merumahkan satupun karyawan yang dipekerjakan.

Baca Juga  Ini Cara Wedding Organizer Tetap Bertahan di Masa Pandemi

”Saya tetap pada pendirian, tidak ada satupun yang saya rumahkan. Mereka adalah aset saya, merekalah yang ikut andil membangun usaha ini sedari awal. Meski tak ada job, saya tetap menggaji mereka seperti biasa,” bebernya.

Kini, seiring dengan pelong­garan aturan melalui PPKM, roda bisnis kembali berputar pada porosnya. Satu hal yang ditanamkan da lam membangun bisnis, sambung Yani, kepercayaan dan ino­vasi. ”Yang terpenting dan yang paling mahal dalam bisnis yang kami bangun ini adalah kepercayaan. Itu prin­sip, jika kepercayaan sudah tertanam, maka biarkan klien-klien yang pernah kami tanga­ni yang menjadi marketing berjalan, bahwa klien adalah segalanya. Kita harus suka dengan semua klien dengan berbagai perbedaan karakter,” tandasnya. (suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *