Cuma Di-acc Rp20 M, Pemkot Bogor Rayu Jabar Naikkan Bankeu Buat Bangun Blok Baru RSUD

by -
Dirut RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir. (Dok. Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus ‘merayu’ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat demi merealisasikan pembangunan blok baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor melalui bantuan keuangan rencana tahun anggaran 2022.

Sebab dari usulan anggaran lebih dari Rp200 miliar, ditengarai hanya disetujui sebesar Rp20 miliar. Pemkot Bogor melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor pun berharap jumlah yang di-acc meningkat setidaknya menjadi Rp41-45 miliar.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir. Pemkot Bogor mengajukan anggaran sekitar Rp255 miliar untuk membangun bangunan modern blok baru RSUD. Namun hanya disetujui Rp20 miliar.

Sedangkan saat konsultasi dengan tim pembuat Detail Engineering Design (DED), duit Rp20 miliar hanya bisa digunakan untuk membangun pondasi untuk 4 lantai

Sehingga pihaknya terus mendorong jumlah banprov agar setidaknya bisa dipakai untuk membangun IGD dan poliklinik.

Baca Juga  Yuk Kenalan dengan Choky, Kuda Gagah Tunggangan Bima Arya saat Parade Hari Jadi Bogor ke 540

“Mudah-mudahan bisa ditambah jadi Rp41-45 miliar,” katanya kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Namun jika Pemprov kekeuh hanya memberikan alokasi Rp20 miliar, pihaknya akan berupaya mencari alternatif pembiayaan lain. Misalnya mengajukan ke pemerintah pusat. Apalagi, RSUD Kota Bogor dianggap perlu untuk memiliki gedung baru, terutama membangun poliklinik. Diketahui, bangunan poliklinik yang ada sudah uzur dan berusia lebih dari 30 tahun.

“Sudah bocor, nggak nyaman. Kalau nggak di-acc pemprov, mau nggak mau harus minta bantuan ke pemerintah pusat. Sebab dengan Rp20 miliar untuk dua blok, tentu mesti dicicil,” tukas Ilham.

Belum lagi, RSUD Kota Bogor yang tengah berproses menuju rumah sakit rujukan regional dan menuju rumah sakit pendidikan. Maka perlu memiliki ruangan yang representatif. Tak hanya itu, kata dia 40 persen pasien yang datang berasal dari luar Kota Bogor serta sudah mampu mengadakan operasi sulit dan salah satu RS pusat yang menangani kanker.

Baca Juga  Bos Pasar Benarkan Sengketa Lahan Pasar Sukasari 'Jegal' Suntikan Dana PMP Rp40 M

“Karena Bogor adalah etalase Jabar. Jadi IGD harus diperbesar, ICU diperbanyak, ruang perkuliahan dan lain-lain di gedung 4 lantai itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Rudy Mashudi membenarkan bahwa Pemkot Bogor tengah berupaya agar bantuan keuangan Pemprov Jawa Barat untuk pembangunan Blok I RSUD Kota Bogor. Di mana sedianya direstui Rp20 miliar, ditingkatkan menjadi Rp40 miliar. Awalnya, kata dia, Pemkot Bogor mengusulkan anggaran Rp255 miliar.

“Saat ini masih pembahasan di Pemprov Jabar KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara, red)-nya. Bu sekda Kota Bogor sudah bertemu dengan sekda Jabar untuk progres ini. Dan belum ada informasi lebih lanjut lagi dari pemprov soal itu,” ujarnya.

Baca Juga  Ini Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Perawat Kamar Bedah RSUD Kota Bogor

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan bantuan keuangan (bankeu) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk merealisasikan pembangunan dua blok baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor pada tahun ang­garan 2022. Namun dari jumlah angka yang diusulkan sebesar Rp200 miliar, rupanya hanya disetujui sekitar Rp20 miliar. Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto.

“Untuk pembangunan dua blok di RSUD Kota Bogor, usulan ke (Pemprov) Jabar Bankeu-nya itu sekitar Rp200 miliar. Namun dalam KUA-PPAS (Kebijakan Umum Ang­garan-Prioritas Plafon Ang­garan Sementara) yang diserahkan Pemprov Jabar ke DPRD Jabar itu hanya diakomodasi Rp25 miliar,” katanya saat ditemui Metropolitan di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Selasa (31/8). (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.