Dedie: Memperkenalkan Pariwisata di Kancah Nasional dan Internasional

by -

METROPOLITAN – Kongres ke-5 Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun ini akan dilaksanakan di Kota Bogor. Sebagai tuan rumah, Kota Bogor sudah memper­siapkan berbagai kesiapan­nya dalam menyambut kon­gres yang diinisiasi Presiden Joko Widodo pada 2008 silam saat masih menjabat wali kota Solo.

Dalam Persiapannya, Wa­kil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menjelaskan pelaks­anaan kongres nanti akan berjalan sesuai prosedur tetap (protap) baku sebagai­mana yang sudah disepa­kati pada kongres di Banda Aceh, Maret lalu.

”Sejauh ini sudah dipersi­apkan dengan baik. Pada Juni, ketua presidium be­serta direktur eksekutif JKPI sudah berkunjung melaku­kan pengecekan langsung ke Kota Bogor yang diterima langsung Bapak Wali Kota Bogor, Bima Arya,” ujar De­die kepada Metropolitan, Senin (13/9).

Pada kesempatan itu, se­bagai tuan rumah tidak mu­dah dalam melaksanakan Kongres JKPI di tengah pan­demi Covid-19 yang masih menghantui. Karena itu, Dedie mengaku bahwa Kota Bogor akan menyiapkan be­berapa alternatif model pelaksanaan rangkaian acara kongres dengan situ­asi protokol kesehatan (pro­kes) ketat.

Baca Juga  Dedie Bentuk Tim Perpindahan Pusat Pemerintahan

”Tentu saja prokes nomor satu dalam kongres nanti. Kita selalu berkoordinasi dan melaporkan perkembangan terkini status pandemi Kota Bogor secara berkala ke­pada dewan presidium mau­pun direktur eksekutif JKPI,” kata Dedie.

Dedie menuturkan, pelaks­anaan kongres yang seha­rusnya dilaksanakan pada 25 Oktober mendatang harus diundur menjadi awal De­sember. Mengingat kondisi pandemi yang akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan.

”Sesuai hasil rapat terbaru di Hotel San Pacifik Jakarta pada 1 September lalu, yang dipimpin ketua Dewan Pre­sidium JKPI, dengan mem­pertimbangkan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 akhir-akhir ini yang meng­khawatirkan, maka penyel­enggaraan kongres yang sedianya dilaksanakan di akhir Oktober 2021 diundur ke awal Desember 2021,” terangnya.

Baca Juga  Dedie ‘Ngemis’ Flyover Stasiun Batutulis ke Pusat

Nantinya, pada pelaks­anaan Kongres ke-V JKPI, Kota Bogor akan memper­kenalkan sejarah juga wi­sata untuk dipromosikan kepada para tamu delegasi Kongres JKPI pada Desember mendatang.

”Ada beberapa spot berse­jarah, ada kerajaan Pakuan Pajajaran yang ada di kawa­san Batutulis. Untuk wisata, di antaranya AEWO Ciha­rashas maupun Saung Eling di Mulyaharja, wisata Situ­gede, kawasan wisata kuliner Suryakencana, dan Kampung Labirin Babakanpasar, Alun-alun Bogor eks Taman Topi, dan tentunya Kebun Raya Bogor,” beber Dedie.

Sebagai tuan rumah, jelas Dedie, fokus utama Kota Bogor dalam pelaksanaan Kongres JKPI ke-V tentunya akan menjadi tuan rumah yang baik untuk meny­ukseskan Kongres JKPI ter­sebut. Dedie mengaku fokus memperkenalkan pariwi­sata Kota Bogor untuk kan­cah nasional maupun inter­nasional.

Baca Juga  Cetak Wirausaha Baru, Dinas UMKM Buka Kelas Inspirasi

”Kota Bogor sebagai the herritage city (kota pusaka) di antaranya dengan pengu­sulan Kebun Raya Bogor sebagai warisan budaya du­nia (unesco world herritahe site), sekaligus penetapan Kebun Raya sebagai cagar budaya,” pungkasnya. (cr1/c/ ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *