Ekspedisi Gerakan Anak Negeri, Menyusuri 5.000 Kilometer Jawa-Bali, Terpesona Desa Terbersih di Dunia

by -

Perjalanan tim Gerakan Anak Negeri, berlanjut. Setelah bersua dengan pesisir pantai dan deburan ombak, kini berganti dengan dataran yang lebih tinggi. Kemarin, rombongan menyambangi Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli. Inilah desa terbersih di dunia. Selain Desa Giethoorn di Belanda, dan Desa Mawlinnong di India. Penglipuran juga termasuk dalam Sustainable Destinations Top 100, versi Green Destinations Foundation.

Tidak berlebihan memang jika desa ini mendapat pre­dikat terbersih di dunia. Tata letak bangunan rumah ber­jejer dan presisi. Halaman rumah bersih tanpa satu pun sampah. Rombongan Gerakan Anak Negeri yang baru tiba dibuat terkesima.

“Saya kira baru ditata. Ter­nyata, kebersihannya sudah turun-temurun,” ujar Inisiator Gerakan Anak Negeri, Hazai­rin Sitepu.

Baca Juga  Ekspedisi Gerakan Anak Negeri Menyusuri 5.000 Kilometer Jawa-Bali, Menyapa ‘Bunga di Desa’ Banyuwangi sang Penjaga Smart Kampung

Jauh sebelum menjadi desa terbersih di dunia, Desa Peng­lipuran sudah lama menyan­dang status desa lestari. Pada 1995, Penglipuran mendapat penghargaan Kalpataru atas upaya warga menyelamatkan lingkungan.

Komitmen menjaga ling­kungan itu dipertahankan hingga sekarang. Pelancong yang berkunjung, dilarang membawa masuk kendaraan di dalam desa. Mau tidak mau mesti berjalan kaki menyusuri tapak demi setapak.

Menikmati keindahan Desa Penglipuran memang lebih baik dengan jalan kaki. Be­rada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (md­pl) membuat kawasan desa adat itu sangat sejuk. Rom­bongan Gerakan Anak Ne­geri betah berlama-lama.

Sama halnya dengan tem­pat wisata lain di Bali, pan­demi sangat berdampak bagi desa ini. Kunjungan wisata ditutup selama masa PPKM. Para wisatawan, baru bisa menikmati kembali Penglipuran, seminggu lalu. Meski begitu, baru beberapa orang saja yang terlihat me­nyambangi desa dengan 77 rumah tersebut.

Baca Juga  Ayo Saling Bantu! Mulai Rp10 Ribu Kamu Bisa Donasi Oksigen Gratis untuk Anak Negeri Lewat KitaBisa.com

Para warga Desa Penglipu­ran juga sangat leluasa men­jalani aktivitasnya. Beberapa bahkan menawari pelancong untuk masuk ke rumahnya. Mereka menawarkan buah tangan khas Bali. Hazairin yang juga CEO Radar Bogor Group sempat menjajal masuk ke dalam rumah warga.

Perbincangan hangat pun dilakukan. Empu pemilik ru­mah memperkenalkan tiga bangunan wajib yang harus ada di setiap rumah warga Penglipuran. Yakni: dapur dengan model rumah bambu, ruang tamu semacam balai-balai hingga sangga (tempat sembahyang). Warga Pengli­puran memang sangat meme­gang teguh ada istiadatnya. Sesuai dengan nama desanya: “Penglipuran”. Berasal dari isitilah Pengeling dan Pura yang bermakna mengingat tempat para leluhur (tempat suci).

“Selain desa terbersih, desa ini juga ternyata sudah ba­nyak mendapatkan penghar­gaan. Salah satunya, yang paling prestisius, Sustainable Destinations Top 100,” kata pria yang akrab disapa Bang HS itu. Dalam kesempatan tersebut, Hazairin juga mem­borong salah satu suvenir penutup kepala khas Bali, Udeng. (mam/c)

Baca Juga  Ekspedisi Gerakan Anak Negeri, Berakhir Bawa Spirit Bogor, 147 Jam Menyusuri Jawa-Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *