FH Unida Bogor Gelar Penyuluhan Hukum

by -

METROPOLITAN – Fakultas Hukum (FH) Unida Bogor menyelenggarakan Penyulu­han Hukum bertemakan “Membangun Kesadaran Re­maja Indonesia tentang Bahaya Narkoba bagi Masa Depan Bangsa dan Negara”. Unida menggelar PKKMB 2021, In­ternalisasikan 21 Nilai Karak­ter Tauhid kepada Mahasiswa Baru.

Penyuluhan diselenggarakan secara hybrid yaitu dengan daring menggunakan apli­kasi Zoom Cloud Meeting dan secara luring di aula kantor Desa Sukamanah dengan menerapkan protokol kese­hatan (prokes) ketat pada Kamis (16/9).

Penyuluhan ini diisi Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor AKBP. H. Moh. Syabli Noer, SH., MH, Dosen FH Unida Bogor Dr. (Cand) Dadang Suprijatna, SH., MH. Dengan dipandu mahasiswa FH Uni­da Bogor, Candra Kirana, CM.NLP., Cht. Turut hadir Wakil Dekan II FH Unida Bo­gor Dr. (Cand) Ani Yumarni, S.H.I., MH. beserta jajaran dan Kepala Desa Sukamanah, H. Ismail, S.IP., M.Si.

Kegiatan Penyuluhan Hukum tersebut merupakan kegiatan dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) FH Unida Bogor yang meru­pakan bagian dari Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) FH Unida Bogor.

Dekan FH Unida Bogor yang pada penyuluhan hukum ter­sebut diwakili Wakil Dekan II FH Unida Bogor, Dr. (Cand) Ani Yumarni, S.H.I., MH. me­nyatakan apresiasi kepada aparat desa di Desa Sukama­nah karena telah menerima dengan sangat baik program KKN FH Unida Bogor. Peny­uluhan hukum pencegahan penyalahgunaan narkotika juga merupakan peran dari perguruan tinggi.

Baca Juga  Audiensi Deadlock, Mahasiswa Bentrok

“Apresiasi juga diberikan kepada mahasiswa KKN yang telah menyelenggarakan ke­giatan ini. Kegiatan penyulu­han hukum bahaya penya­lahgunaan narkotika ini ma­suk dalam Tri Darma pergu­ruan yang terdiri dari Pendi­dikan, Penelitian dan Peng­abdian kepada Masyarakat. Penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika ini merupakan kegiatan yang sangat tepat untuk mengedu­kasi dan literasi masyarakat perihal pencegahan dan penya­lahgunaan Narkotika,” tutur Dr. (Cand) Ani Yumarni, S.H.I., MH.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamanah Ismail dalam pe­maparan sambutannya me­nyatakan ucapan terima kasih kepada mahasiswa FH Unida Bogor yang melaksanakan KKN di Desa Sukamanah, karena telah membantu Desa Suka­manah mencegah penyalah­gunaan narkotika dengan penyuluhan hukum ini.

“Kegiatan ini diharapkan dapat diiikuti dengan baik oleh masyarakat, sehingga dapat memberikan banyak manfaat bagi Desa Sukamanah khus­usnya dalam edukasi menge­nai bahaya penyalahgunaan narkotika yang saat ini sang­at memprihantinkan,” ungkap H. Ismail, S.IP., M.Si.

Kepala BNNK Bogor, AKBP. H. Moh. Syabli Noer, SH., MH. menyatakan bahwa tugas po­kok dari BNN yaitu pencegahan dan pemberdayaan masyara­kat mengenai bahaya penya­lahgunaan narkotika. Tugas pokok kedua jika masyarakat sudah terlanjur menggunakan narkotika maka akan direha­bilitasi dan itu merupakan bagian dari tugas pokok BNN.

Baca Juga  144 Praktisi Dunia Berbagi Ilmu

Tugas pokok ketiga yaitu pemberantasan penyalahgu­naan narkotika di masyarakat. Indonesia saat ini darurat narkoba karena banyak nar­koba yang masuk ke Indone­sia dengan jumlah yang sangat besar. Dengan kegia­tan penyuluhan hukum ten­tang bahaya narkoba ini sangat penting dan merupa­kan upaya memerangi penya­lahgunaan narkoba.

Penggolongan narkotika berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009, di antaranya nar­kotika golongan I di mana dilarang digunakan dalam pengobatan/layanan keseha­tan, digunakan terbatas dalam penelitian atas rekomendasi Kemenkes, contohnya He­roin, Opium, Kokain, Ganja, Metamfetamin yang totalnya 65 jenis.

Narkotika golongan II yaitu digunakan dalam pengobatan sebagai pilihan terakhir, bisa menyebabkan ketergantung­an contohnya Morfin, Petidin, Metadon yang totalnya 86 jenis.

Dan, narkotika golongan III yaitu narkotika yang diguna­kan dalam pengobatan dan bisa menyebabkan ketergan­tungan ringan. Contohnya, Kodein dan Bufrenorfin yang totalnya 14 jenis.

“Adapun ciri-ciri pemakai narkoba di antaranya yaitu suka bolos dengan alasan tidak jelas, mulanya periang menjadi pemurung, suka me­nyendiri, cari alasan dan pan­dai bohong untuk keluar rumah, kamarnya selalu berantakan, cara berpakaian yang tidak rapi, terdapat bau aneh di kamar pemakai, ber­wajah pucat dan kuyu, mata berair, tangan bergetar dan gelisah, badan lesu, suka me­makai kaca mata hitam, suka memakai baju lengan panjang, mudah tersinggung dan mu­dah marah serta menentang, nafas tersengal-sengal dan susah tidur,” tutur AKBP. H. Moh. Syabli Noer, SH., MH.

Baca Juga  Terminal Batas Kota cuma Wacana?

Lalu, Dosen FH Unida Bogor, Dr. (Cand) Dadang Suprijatna, SH., MH. memaparkan, penya­lahgunaan narkoba dalam perspektif hukum pidana me­nyatakan bahwa hukum pi­dana adalah keseluruhan peraturan yang mengatur dasar-dasar yang mengenai apa-apa yang tidak boleh dila­kukan/dilarang serta mengandung ancaman pi­dana bagi yang melakukannya.

“Adapun fungsi dari hukum pidana yaitu untuk mengatur tingkah laku masyarakat, ter­masuk penyalahgunaan nar­koba demi mewujudkan ke­tertiban, keadilan, perlindun­gan, kenyamanan dan kese­jahteraan masyarakat. Penya­lahgunaan narkoba merupa­kan aktivitas yang melanggar peraturan, karena akibatnya sangat berbahaya. Untuk itu, diatur secara khusus dalam suatu perundang-undangan yaitu UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tutur Dr. (Cand) Dadang Supri­jatna, SH, MH. (*/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *