Ganjil Genap Bogor Berpeluang Diperluas? Ini Kata Bupati

by -
Petugas berjaga saat uji coba sistem ganjil genap di Simpang Gadog menuju Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/9). (Foto: Giffar/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Sistem ganjil genap bagi kendaraan yang menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mulai diujicobakan sejak kemarin, Jumat (3/9). Namun sejauh ini, belum ada wacana kebijakan tersebut bakal diperluas ke wilayah lain.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, kawasan Puncak sejauh ini menjadi area yang paling ramai dikunjungi wisatawan.

Sementara wilayah lain di Bumi Tegar Beriman, seperti di Barat Kabupaten Bogor, Ade Yasin menyebut masih terbilang aman. Dalam artian, mobilitas wisatawan tak membludak seperti di kawasan Puncak.

Untuk itu, Ade Yasin menilai ganjil genap belum perlu diterapkan di wilayah-wilayah lain selain di kawasan menuju Puncak Bogor.

“Yang paling ramai itu di Puncak, kalau tempat lain relatif aman. Kalau di Barat kan banyak jalan kecil dan kepadatannya pun tidak terlalu besar, jadi saya kira tidak perlu. Yang utama di Puncak dan dari arah Sentul,” ujar Bupati Ade Yasin, Jumat (3/9) malam.

Baca Juga  GM Club Golf se-Bogor Datangi Pendopo Bupati, Ada Info Nih Soal Bogor Wonderfull Golf

Sebelumnya, sistem ganjil genap di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mulai dujicobakan sejak kemarin, Jumat (3/9).

Di hari pertama uji coba kemarin, volume kendaraan yang menuju kawasan Puncak terbilang masih sepi.

“Evaluasi hari pertama, kebetulan hari Jumat ini tidak terlalu ramai. Saya juga pastikan di lapangan bahwa memang ini sudah dilakukan ganjil genap. Saya rasa masyarakat dan wisatawan sudah tahu dan mendengar dari berita, sehingga hari ini volume kendaraan tidak terlalu banyak, uji coba ini kita lakukan sampai jam 7,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Jumat (3/9).

Menurut Ade Yasin, tak ada kendala signifikan di uji coba ganjil genap hari pertama. Ia mengaku hal itu lantaran pihaknya sudah melakukan sosialisasi.

Baca Juga  Kejar Target, Vaksinasi Harus Sampai ke Tingkat RT/RW

Pada uji coba ganjil genap ini juga ada pengecualian bagi beberapa kendaraan, seperti ambulans, pengangkut sembako, angkutan online, angkot dan masyarakat setempat dengan menunjukan KTP.

“Saya kira ini kan tujuannya hanya untuk mengurangi volume kendaraan saja, yang tadinya mungkin satu keluarga isinya dua orang, dengan ganjil genap ini kan bisa jadi empat orang. Jadi kemacetan itu bisa dikurangi,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta masyarakat tetap ketat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan meskipun PPKM sudan turun ke level 3.

“Sebaiknya kita tetap ketat prokesnya, dan kelonggaran yang ada pun belum bebas, artinya kita masih menerapkan PPKM dan aturan juga masih hampir sama dengan PPKM level 4 sehingga jangan dianggap bahwa PPKM level 3 itu kita bebas melaksanakan aktivitas, tetap saja harus ada pembatasnya,” tandas Ade Yasin. (fin)

Baca Juga  Pencarian Korban Hanyut di Cisadane Bogor Dilanjut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *