Gus Udin: Perjuangan Buruh Seringkali Dilihat Sebelah Mata, Padahal..

by -

METROPOLITAN.id – Komite Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar menilai perjuangan buruh seringkali dilihat sebelah mata. Padahal, perjuangan buruh sangat berkontribusi besar pada keberlangsungan hidup masyarakat.

Hal itu diungkapkan lelaki yang karib disapa Gus Udin ini saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bertajuk ‘Membangun Ekonomi Politik Buruh dan Kerakyatan’ di Tjapoeng Resort, Pancawati, Bogor, Minggu (5/9).

Gus Udin memulai sambutannya dengan memaparkan pentingnya peran buruh dalam memperjuangkan kehidupan masyarakat Indonesia, mulai masa penjajahan hingga kemerdekaan.

“Perjuangan buruh untuk kemerdekaan Indonesia itu jelas. Pada 1905, karyawan di perusahaan kereta api saat itu membuat serikat buruh dan diresmikan, pada 1905 federasi buruh dibuat meski dalam masa penjajahan,” kata Gus Udin.

Baca Juga  Bobol Rumah Lalu Gasak Motor

Menurutnya, perjuangan serikat buruh saat itu betul-betul dirasakan oleh masyarakat Indonesia meski dalam gencatan para penjajah. Mereka masih bertahan untuk memperjuangkan hak-hak buruh.

“Kemudian berjalan setelah merdeka, buruh di Indonesia memberikan kontribusi sangat besar terhadap kekuatan¬† organisasi di internasional,” paparnya.

Sehingga, serikat buruh Indonesia betul-betul diperhitungkan oleh serikat buruh internasional dalam memperjuangkan hak-hak mereka yang ada di dunia.

Namun, seiring berjalannya zaman, serikat buruh sempat tercekal pada masa orde baru. Dalam sejarah, dia menyebut hanya satu serikat buruh yang masih ada pada saat itu.

“Pada masa orde baru partai politik (parpol) yang tadinya multipartai difusikan menjadi 3 partai, tak terkecuali Serikat buruh, hanya tersisa satu serikat buruh,” ungkap Gus Udin.

Baca Juga  Jelang Ramadan, Segini Harga Daging Sapi di Bogor

Tak berhenti sampai di situ, serikat buruh pun kembali muncul ke permukaan pasca-reformasi saat BJ Habibie menjabat sebagai Presiden tahun 2000.

“Setelah Presiden BJ. Habibie meratifikasi perjanjian Internasonal Labour, terbitlah UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, sehingga buruh memiliki kebebasan berserikat dan berekspresi hingga saat ini,” jelasnya.

Gus Udin menilai perjuangan buruh bagi masyarakat Indonesia seringkali dilihat sebelah mata. Padahal, perjuangan buruh bagi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia sangat berkontribusi besar.

“Seperti BPJS, itu terlahir dari aspirasi buruh. Masyarakat hanya lihat buruh sebagai pekerja tapi tidak melihat bahwa buruh juga memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sehingga BPJS ini bisa dirasakan oleh¬†272,2 juta penduduk Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga  Tiga Pejabat Teras Bogor Dipolisikan

Tak hanya berkontribusi besar dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat, buruh juga sangat berperan besar dalam kekuatan politik.

“Bahkan, di Australia dan Britania Raya Serikat buruh menjadi kekuatan dan partai politik. ,” pungkasnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.