Ini Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Cikaret Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Camat Bogor Selatan, Hidayatullah menuturkan kronologi awal munculnya klaster Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan.

“Jadi awalnya ada salah satu santri dari Ponpes itu, warga Kecamatan Tanahsareal, yang mengalami gejala demam,” kata pria yang akrab disapa Dayat, Jumat (10/9).

Kemudian, dilanjutkannya, santri yang berkaitan dibawa perwakilan pengurus Ponpes untuk melakukan tes kesehatan di Klinik Medika 24 Jam pada Senin (6/9).

“Di klinik itu santrinya dilakukan swab tes oleh petugas medis dan hasilnya dinyatakan positif (Covid-19),” ucapnya.

Setelah itu, pihak Ponpes melaporkan temuan ini ke aparatur wilayah dalam hal ini Ketua RW setempat. Lalu, Ketua RW meneruskan laporan ini ke pihak Kelurahan dan diteruskan lagi ke Puskesmas.

Baca Juga  Minum Ciu Berujung Tawuran Hingga Tewaskan Remaja Bogor, Tiga Pelaku Diringkus, Dua Orang Masih Buron

Berdasarkan hasil laporan itu, dilanjutkannya, pihak Puskesmas melakukan swab tes antigen terhadap 164 penghuni Ponpes pada Rabu (8/9).

“Berdasarkan hasil tes diketahui total ada 26 santri dan satu dewan pengajar yang dinyatakan positif Covid-19, termasuk pasien pertama tadi,” imbuh dia

Selanjutnya, pihaknya memutuskan untuk mengevakuasi para santri dan satu dewan pengajar untuk dilakukan isolasi mandiri di BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor.

“Malamnya kita langsung evakuasi untuk memutus mata rantai penyebaran. Namun dari 27 yang positif itu hanya 11 yang di evakuasi ke BPKP Ciawi,” bebernya.

“Untuk sisanya karena orang tuanya tidak mengizinkan (di evakuasi ke BPKP Ciawi), akhirnya kami minta bikin surat pernyataan dan mereka di rawat di rumah masing-masing,” sambung dia.

Baca Juga  Nova Eliza Mencari Pria Idaman

Tak sampai situ, tracing terus dilakukan pihaknya. Seperti pada Kamis (9/9), ada 44 santri dan 20 pengurus yang dilakukan swab PCR karena bergejala.

“Untuk hasilnya kita masih nunggu. Perkiraan satu dua hari ini sudah keluar,” ungkapnya.

Soal gejala yang di derita para santri dan dewan pengajar yang sudah dinyatakan positif Covid-19, dituturkannya, ke semuanya hanya bergejala ringan.

“Batuk, pilek atau gejala ringan saja. Mengingat mereka masih pada muda juga ya,” tandasnya.

Sebelumnya, penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di wilayah Kota Bogor kembali muncul lagi.

Puluhan santri dan tenaga pendidik di salah satu Ponpes yang ada di wilayah Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. (rez)

Baca Juga  Santunan Dhuafa dan Doa Bersama ala Pokja UKPBJ Kabupaten Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *