Jaringan Toko Kelontong Pecahkan Rekor Muri

by -

METROPOLITAN – Toko kelontong yang tergabung sebagai mitra PT SRC Indo­nesia Sembilan (SRCIS) ber­hasil memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas ‘Pencapaian Transaksi Digital Toko Kelontong Terbanyak di Indonesia’ dengan nilai tran­saksi Rp31 miliar. Sebanyak 21.000 toko kelontong SRC turut berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung sepanjang 2 Agustus—1 Sep­tember 2021.

Aktivitas transaksi ini meru­pakan bagian dari kampanye #BangkitSerentak pada pe­ringatan HUT ke-76 RI yang membuktikan komitmen SRC dalam memperkuat ekosistem digital, khususnya layanan keuangan berbasis digital di toko kelontong. Direktur PT SRCIS Rima Tanago menga­takan pencapaian Rekor MURI dengan transaksi digi­tal terbanyak ini merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak.

Mulai dari SRCIS, mitra toko kelontong SRC, dan du­kungan masyarakat Indonesia kepada pelaku UMKM toko kelontong untuk berkembang dan beradaptasi di era trans­formasi digital. “Kami ber­syukur dan berterima kasih kepada mitra toko kelontong SRC atas upaya dan kerja ke­rasnya sehingga berhasil me­mecahkan rekor MURI,” ka­tanya melalui keterangan tertulis, Selasa (14/9).

Menurutnya, pencapaian ini juga tak lepas dari dukungan masyarakat Indonesia yang telah menjadi pahlawan eko­nomi lokal, dengan melakukan transaksi digital di toko kelon­tong SRC. Rima yakin, selain memperkuat ekosistem digi­tal, kerja sama yang sifatnya bahu membahu akan men­ciptakan nilai yang lebih be­sar terutama mendorong percepatan pemulihan eko­nomi nasional.

Baca Juga  Peringatan Hari Pramuka di Bogor Sabet Rekor Dunia

Adapun, rekor MURI yang berhasil diraih tersebut mer­upakan transaksi yang dila­kukan melalui aplikasi Pojok Bayar. Platform Payment Point Online Bank (PPOB) Pojok Bayar ini merupakan inovasi toko kelontong SRC yang me­mudahkan transaksi nontunai bagi pelanggan.

“Pojok Bayar dihadirkan untuk memberikan pengala­man lebih kepada pelanggan saat berbelanja di toko kelon­tong SRC. Platform ini diha­rapkan memudahkan masy­arakat dan turut membantu meningkatkan literasi digital di bidang layanan keuangan, termasuk juga meningkatkan pendapatan pemilik toko kelontong dengan berbagai layanan pembayaran yang ada,” kata Rima.

Selain sebagai media tran­saksi untuk produk yang ada di toko, aplikasi Pojok Bayar dapat menjadi sumber penda­patan tambahan karena mampu memberikan layanan beragam produk digital, se­perti pulsa, token listrik, PDAM, paket data, dan voucer gim. Melalui Pojok Bayar, toko kelontong SRC diharapkan dapat bersaing dengan peri­tel modern karena platform ini telah dilengkapi dengan produk digital lainnya se­perti dompet digital, dan juga fitur untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.

Baca Juga  Ngeliwet, 7000 Anggota Korpri Bogor Catatkan Rekor MURI

Rima berharap, berbagai pencapaian yang diperoleh SRCIS melalui toko kelontong dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, terlebih dalam kondisi pandemi seperti saat ini. “Pelaku UMKM di Indo­nesia, khususnya toko kelon­tong harus terus didukung untuk tumbuh melalui pem­binaan berkelanjutan sehing­ga kontribusinya kepada ekonomi makin besar,” ujar Rima.

Untuk diketahui, pada 2021, pemerintah menargetkan kontribusi UMKM pada PDB sebesar 62,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan naik menjadi 65 persen pada 2024. SRCIS secara kon­sisten mengajak seluruh la­pisan masyarakat untuk bahu membahu mendukung ke­bangkitan ekonomi lokal lewat ajakan kembali berbelanja ke toko kelontong.

Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri, menjelaskan tujuan penyerahan rekor MURI un­tuk memberikan pemahaman dan informasi kepada publik, bahwa toko kelontong yang merupakan bagian dari Usa­ha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini merupakan tulang punggung ekonomi Indone­sia dan harus terus didukung seluruh lapisan masyarakat. “Pencapaian yang sangat membanggakan oleh SRCIS dan harapannya ke depan dapat terus konsisten meng­gerakkan ekonomi lokal dan nasional,” jelas Jusuf.

Baca Juga  Festival Talas Bogor Pecahkan Rekor Muri

Presiden Direktur PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), Budiasto Kusuma, mengaku pihaknya sangat bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan 21.000 toko kelontong mitra SRCIS, khususnya melalui pencapaian rekor MURI.

Adapun, entitas anak dari PT Digital Mediatama Maxi­ma Tbk (DMMX) yakni PT Digital Maxima Indonesia (Digimax) membantu SRCIS mengembangkan Pojok Bay­ar, platform pemasaran per­dagangan digital yang memun­gkinkan UMKM menjual produk digital kepada komu­nitas yang dilayaninya dan mendapatkan aliran penda­patan tambahan dalam pro­sesnya.

“Seiring dengan komitmen kami untuk terus mendukung digitalisasi ritel modern dan tradisional, kami sangat gem­bira melihat usaha ritel kecil, termasuk toko kelontong SRC, mengambil bagian dan menda­pat manfaat dari adopsi tek­nologi, khususnya dengan aplikasi Pojok Bayar,” katanya.

Ia mengatakan, dengan me­nyusun inisiatif pembagian pendapatan yang saling men­guntungkan dengan toko kelontong mitra SRCIS, Di­gimax dapat tumbuh bersama SRC dan mengandalkan en­gagement yang tinggi di plat­form digital. (jp/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *