Jembatan Ambruk Dihantam Banjir Bandang, Warga Nekat Terobos Derasnya Aliran Sungai

by -
Jembatan yang menghubungkan Kampung Parungsapi menuju Kampung Sendung, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor ambruk akibat meluapnya Sungai Cidurian, Senin (6/9) sore. (Foto: Giffar/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Jembatan yang menghubungkan Kampung Parungsapi menuju Kampung Sendung, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, ambruk usai diterjang banjir bandang, Senin (6/9) sore. Warga nekat menerobos derasnya aliran sungai demi mendapatkan bahan makanan.

Salah seorang warga, Mumuh mengatakan, ambruknya jembatan membuat warga terisolasi.

Menurutnya, ada jalan alternatif lain untuk keluar dari kampung tersebut. Namun, jaraknya terlalu jauh karena harus memutar sekitar 3 kilometer.

Dengan kondisi tersebut, lelaki 56 tahun ini terpaksa melawan derasnya aliran Sungai Cidurian meski debit airnya terbilang masih tinggi agar bisa mendapat bahan makanan dan air bersih.

“Ada jalan alternatif lain, tapi harus jalan 3 kilo. Lebih cepat lewat sini (menyebrang sungai),” ujar Mumuh saat ditemui di lokasi banjir, Selasa (7/9).

Baca Juga  Berusia Satu Abad, Menko Airlangga Tegaskan Peran Penting dan Strategis Nahdlatul Ulama bagi Bangsa Indonesia

Dirinya juga berharap pemerintah segera menangani 90 warga yang terisolasi di Kampung Sendung tersebut. Selain jembatan yang ambruk, aliran listrik di desa tersebut juga masih padam.

“Semoga cepat dibangun jembatan darurat saja, sama listrik. Karena listrik juga padam,” ungkapnya.

Sebelumnya, banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Senin (6/9) sore. Salah satu wilayah terdampak adalah Kecamatan Jasinga.

Banjir bandang di Jasinga disebabkan meluapnya aliran Sungai Cidurian usai diguyur hujan lebat, Senin (6/9). Akibatnya, jembatan yang menghubungkan Kampung Parungsapi menuju Kampung Sendung, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor ambruk.

Informasi yang dihimpun, ada 22 KK yang terdiri dari 90 jiwa terisolasi di kampung tersebut.

Baca Juga  Ada Diskon, Sebulan Saja Kota Bogor Bisa Raup Pajak PBB-P2 Rp56,6 M

Kepala Desa (Kades) Kalongsawah, Nurhasanah mengatakan, daerah tersebut memang rawan bencana. Pihak desa pun sudah memberi imbauan kepada 22 KK yang tinggal di hilir Sungai Cidurian agar pindah dari lokasi tersebut.

“Yang dari program pemerintah akan direlokasi, tetapi warga di sini masih tidak mau. Mungkin tidak mau meninggalkan rumah dan lahannya,” ujar Nurhasanah.

Selain Jasinga, tiga kecamatan lainnya di Barat Kabupaten Bogor juga terdampak banjir bandang, yakni Sukajaya, Nanggung dan Cigudeg.

Di Kecamatan Cigudeg, luapan Sungai Cidurian mengahanyutkan sebuah jembatan di Kampung Cigowong, Desa Sukamaju.

“Hujan dari jam 3 sore hingga jam 5 sore mengakibatkan beberapa infsratruktur rusak di Desa Sukamaju,’’ kata Kades Sukamaju, Dahyudin.

Baca Juga  Wagub Uu Blusukan ke Proyek RSUD Kota Bogor Rp45,6 Miliar

Menurutnya, kondisi masyarakat dalam keadaan aman. Sementara jembatan yang hanyut menghubungkan dua Kampung

“Itu jembatan menghubungkan dua Kampung, Kampung Cigowong dan Kampung Tamansari,’’ terangnya. (cr1/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *