Kacau, Nyaris 2 Tahun Pandemi, Disdik Nggak Punya Inovasi Sistem Belajar

by -
Ilustrasi: Siswa SMA Negeri 2 Cibinong mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19, Senin (15/3). Ada 170 sekolah di Kabupaten Bogor yang diizinkan menggelar simulasi PTM. (Arie/MG/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menilai Dinas Pendidikan (Disdik) tak punya inovasi sistem belajar selama pandemi yang nyaris sudah berlangsung selama dua tahun. Bahkan di tahun anggaran 2022, Disdik hanya masih berkutat pada proyek rehabilitasi dan pengadaaan mebeulair.

“Sampai hari ini sudah hampir dua tahun pandemi saya belum melihat terobosan dari Disdik. Prioritasnya masih hanya sekitar proyek fisik berupa bangun RKB, rehab kelas dan pelatihan-pelatihan,” ujar Rudy, Senin (6/9).

Menurutnya, taka ada sepeser pun anggaran yang digunakan untuk membangun sebuah sistem pendidikan yang cocok diterapkan di masa pandemi.

Padahal, pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 dan belum bisa diprediksi kapan akan berakhir merupakan kondisi yang tidak baik-baik saja untuk sektor pendidikan.

Rudy menjelaskan, fenomena disrupsi yang mengubah tata kelola berbagai sektor menuntut ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang terdidik dan adaptif dengan berbagai kondisi yang cepat sekali berubah.

Baca Juga  Presenter Lelah Nasihati Ayu Ting Ting Tentang Pentingnya Jaga Kesehatan

“Investasi terbaik saat ini bukan properti, bukan deposito, tapi SDM, dan pembangunan SDM yang berkualitas ada di sektor pendidikan,” tegasnya.

Rudy juga menilai kegiatan belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan berdampak pada turunnya kualitas pendidikan.

Hal ini dikarenakan tidak semua siswa bisa mengakses pembelajaran dengan peralatan yang memadai.

Bahkan, sekalipun siswa yang keluarganya mampu memfasilitasi teknologi pembelajaran jarak jauh, pemanfaatannya juga tidak efektif karena game online dan berbagai konten digital menyita waktu belajar siswa.

“Anak-anak yang tahun lalu masuk SMP sekarang sudah kelas 2, dan kalau tahun depan pandemi masih belum terkendali lalu mereka lulus SMP dengan Ijazah SMP tetapi kualitas pendidikannya masih SD. Demikian juga mereka yang lulus SMA,” kata Rudy.

Baca Juga  Warga Ciomas Ngaku Puas

Dengan kondisi seperti ini, Kabupaten Bogor kehilangan satu generasi SMP dan SMA. Padahal, generasi muda terdidik tersebut sangat dibutuhkan untuk regenerasi berbagai sektor.

Rudy amat menyayangkan aparatur di Dinas Pendidikan sama sekali tidak merisaukan dampak pandemi terhadap kegiatan pembelajaran. Hal tersebut tercermin dari program yang diusulkan Disdik pada dokumen KUA-PPAS tahun Anggaran 2022.

“Tidak satu kajian maupun usulan program untuk mengevaluasi sekaligus inovasi untuk mengejar kualitas pendidikan kita,” ungkapnya.

Untuk itu, Rudy meminta Dinas Pendidikan bersinergi dengan universitas dan lembaga penelitian yang ada di Kabupaten Bogor. Sebab, Kabupaten Bogor memiliki akademisi dan peneliti terkemuka yang pemikirannya sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah sistem pendidikan yang mampu mencetak generasi berkualitas.

“Kita punya IPB, UNHAN, dan LIPI, kami minta agar Disdik melibatkan para akademisi dan peneliti dari lembaga-lembaga tersebut untuk membangun konsep pendidikan yang terbaik untuk diterapkan di kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.

Baca Juga  Anak Petani Borong Empat Penghargaan

Sebelumnya, kekecewaan DPRD Kabupaten Bogor terhadap kinerja Dinas Pendidikan berawal dari rapat KUA-PPAS di Badan Anggaran, belum lama ini.

Saat itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Hartono Anwar menyampaikan prioritas utama program Disdik di tahun anggaran 2020 adalah rehabilitasi ruang kelas dan mengejar target rata-rata lama sekolah.

Hartono menyebut untuk mendongkrak rata-rata lama sekolah memerlukan partisipasi dari lembaga non formal.

Hal tersebut karena adanya perubahan standar UNDP terhadap indeks angka merek huruf dan usia harapan lama sekolah dari 25 tahun ke bawah menjadi 25 tahun ke atas.

“Sementara anggaran yang tersedia dari pusat ataupun daerah untuk usia 25 tahun ke bawah,” katanya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *