Kalah dari Medvedev, Djokovic Menangis

by -

METROPOLITAN – Mata Novak Djokovic tampak sem­bab, merah, dan sedikit beng­kak. Tangisnya tak dapat dibendung lagi. Tangis untuk mimpi yang musnah begitu saja. Mimpi untuk meng­genapi tiga gelar grand slam yang sudah diraihnya musim ini di Australia Terbuka, Pran­cis Terbuka, dan Wimbledon.

Tinggal satu gelar lagi di Amerika Serikat (AS) Ter­buka, maka ia akan dicatat sejarah sebagai petenis tung­gal putra pertama yang mem­borong semua gelar grand slam dalam satu musim sejak 1969.

Namun, harapan besar itu dibubarkan Daniil Medvedev di babak puncak grand slam akhir tahun tersebut.

Dan yang membuat keka­lahan ini begitu menyakitkan, Djokovic nyaris tak membe­rikan perlawanan sepadan.

Petenis Serbia itu kalah straight set tanpa perlawanan 6-4, 6-4, 6-4. Berkali-kali ko­mentator pertandingan ter­sebut menyebut Djokovic tak selincah biasanya.

Baca Juga  Djokovic Tundukkan Murray

Kemungkinan besar karena kelelahan. Sepanjang AS Terbuka Djokovic mengha­biskan waktunya bertanding di lapangan lebih dari 17 jam.

Saat Djokovic seperti me­rasa kehilangan semuanya. Medvedev sebaliknya. Ia bahagia tak kepalang karena ini adalah gelar pertamanya di ajang grand slam

Medvedev menjadi petenis Rusia pertama yang meme­nangkan gelar mayor sejak Maria Sharapova pada 2005. Atau petenis tunggal putra pertama Rusia yang men­juarai grand slam sejak Ma­rat Safin di tahun yang sama.

Setelah bertarung 2 jam 15 menit menghadapi Medvedev beban untuk mencetak se­jarah itu benar-benar men­ghancurkan Djokovic

Namun petenis peraih 20 gelar grand slam tersebut mengaku, buka kekalahannya itu yang membuatnya me­nangis. Namun dukungan besar dari penonton yang membuatnya haru. ”Kalian semua menyentuh jiwaku,’’ ucap Nole, sapaan akrab Djokovic, kepada penonton di New York.

Baca Juga  Menarik, Djokovic Mulai Latihan Bareng Agassi

”Aku tidak pernah merasa seharu ini di New York. Aku menyayangi kalian. Terima kasih banyak untuk dukungan kalian. Kita akan segera ber­temu lagi. Terima kasih,’’ tuturnya. ”Aku ingin menga­takan bahwa malam ini, me­skipun aku kalah, hatiku dipenuhi kebahagiaan dan aku adalah orang yang paling bahagia di dunia ini. Dan itu berkat kalian yang membu­atku begitu istimewa,’’ tam­bahnya.

Medvedev tak kalah meny­entuhnya dari Djokovic. Dia memberikan pujian setinggi langit kepada Nole. ”Aku tidak pernah mengatakan ini ke­pada siapapun. Tapi aku akan mengatakannya kepadamu (Nole). Bagiku kau adalah petenis terbaik dalam sejarah,’’ sebutnya dengan menoleh ke arah Djokovic.

Belum ada petenis tunggal putra yang berhasil membo­rong empat gelar grand slam dalam satu musim sejak Rod Lever 52 tahun silam.

Baca Juga  Sempat Divaforitkan Juara

Lever pun berupaya mem­berikan komentar yang me­nenangkan melalui cuitannya. ”Penampilan yang men­cengangkan dari Daniil Med­vedev. Anda baru saja men­ghentikan salah satu petenis terhebat di dunia malam ini,’’ tulisanya.

”Memenangkan gelar grand slam pertama selalu isti­mewa. Dan meraihnya dengan mengalahkan seorang ja­wara seperti Djokovic adalah suatu hal luar biasa yang lain,’’ tambahnya. ”Untuk Novak, tetap semangat. Perjuangan terus berlanjut. Doa yang terbaik untukmu,’’ katanya. (feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *