Kebangetan, 770.000 Warga DKI Masih BAB Sembarangan

by -

METROPOLITAN – Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta 2021 menyebutkan, sekitar 7 persen atau sekitar 770.000 warga di Jakarta diidentifikasi masih Buang Air Besar (BAB) sem­barangan.

Mengatasi permasalahan itu, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Ja­karta berkolaborasi dengan PD PAL Jaya terus melaksana­kan program revitalisasi tangki septik rumah tangga sebagai upaya peningkatan sarana dan prasarana peng­elolaan air limbah di Jakarta. Selain itu, program revitali­sasi tangki septik ini juga da­lam upaya pemenuhan hak atas sanitasi layak untuk ma­syarakat.

Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Yusmada Faizal, mengatakan, untuk optima­lisasi dan percepatan, Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan prasarana pengelo­laan limbah domestik melalui program subsidi revitalisasi tangki septik sejak 2020 hing­ga 2022. Subsidi ini diberikan ke masyarakat melalui PD PAL Jaya dan BUMD penyedia prasarana pengelolaan air limbah dometik. Selain itu, subsidi ini juga diadakan se­bagai upaya pemenuhan hak atas sanitasi layak untuk ma­syarakat.

Baca Juga  Japto Malah Puji Prabowo di Hadapan Jokowi

“Penerima subsidi juga dip­rioritaskan pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera, seperti belum memi­liki tangki septik atau masih BAB sembarangan, memiliki tangki septik namun tidak kedap, bermukim di daerah yang terkena rob, bermukim di daerah dengan muka air tanah tinggi, bermukim di daerah dengan air tanah yang tercemar bakteri e.Coli dengan Total Coliform di atas 3.000 per 100 ml air atau bermukim di daerah rentan penyakit diare,” bebernya di Jakarta.

Menurut Yusmada, kebijakan ini dibuat berdasarkan Pera­turan Gubernur Nomor 9 Tahun 2020 tentang Revitali­sasi Tangki Septik Rumah Tangga dan Perjanjian Kerja Sama PD PAL Jaya dan Dinas SDA tentang Revitalisasi Tangki Septik Rumah Tangga. Selain itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2021, sekitar 7 persen warga di Jakarta diidentifi­kasi masih BAB sembarangan.

Baca Juga  Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Kampanye di Reuni 212

Karena itu, kegiatan revita­lisasi tangki septik rumah tangga ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan layanan sistem setempat, me­ningkatkan cakupan layanan pengelolaan air limbah di DKI Jakarta serta meningkatkan kesehatan masyarakat di DKI Jakarta melalui perbaikan prasarana sanitasi.

“Melihat kondisi itu perlu ada upaya peningkatan sara­na dan prasarana pengelo­laan air limbah. Salah satu yang bisa dilakukan adalah revitalisasi tangki septik rumah tangga. Standar tangki septik yang dibuat juga harus baik dan benar, seperti tangki sep­tik harus dibuat kedap air dan perlu memiliki lubang kontrol, ventilasi, pipa masuk-keluar serta harus dikuras isinya un­tuk dibuang dengan truk tinja secara reguler atau rutin,” ungkapnya.

Baca Juga  Bawaslu Panggil Anies Usai Natal

“Kami berharap program ini bisa meningkatkan kenyama­nan dan kesehatan masyarakat Jakarta. Sebab, air limbah yang dihasilkan akan diolah dalam tangki septik standar sebelum dibuang ke badan air, seperti saluran atau sungai,” pung­kasnya. (bs/tob/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *