Kemendikbudristek Dorong Percepatan Penuntasan Buta Aksara

by -

METROPOLITAN – Indone­sia terus mencatatkan keber­hasilan dalam penuntasan buta aksara. Persentase buta aksara pada 2020 berada pada posisi 1,71 persen atau sejum­lah 2.961.000 orang. Capaian ini merupakan angka yang cukup besar dan harus men­jadi perhatian semua pihak untuk terus mendorong per­cepatan penuntasan buta aksara di Indonesia.

Oleh karena itu, sebagai wu­jud komitmennya, Kemente­rian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemen­dikbudristek) mengembang­kan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia yang melek aksara.

Komitmen Kemendikbudri­stek tersebut mengacu pada kebijakan internasional tentang Global Alliance of Literacy (GAL). Strategi yang diimple­mentasikan berangkat dari filosofi kesetaraan, di mana seluruh warga berhak mem­peroleh pendidikan.

Selanjutnya adalah mengembangkan digital tek­nologi sebagai inovasi dalam pembelajaran. Lalu monitoring data perkembangan buta aksara serta melakukan kola­borasi dengan berbagai pihak. “Ini merupakan langkah stra­tegis yang diupayakan Kemen­dikbudristek dalam penunta­san buta aksara serta bagian dari gerakan literasi nasional,” terang Direktur Jenderal Pen­didikan Anak Usia Dini, Pen­didikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Kemendikbudristek, Jumeri, pada peringatan puncak Hari Aksara Internasional tingkat nasional ke-56, Rabu (8/9).

Baca Juga  Kemendikbudristek Luncurkan Program Kampus Merdeka Vokasi

Direktur Pendidikan Masy­arakat dan Pendidikan Khu­sus (PMPK), Samto, menyam­paikan bahwa yang menjadi poros utama kemajuan bang­sa adalah literasi. Terdapat enam literasi dasar, yaitu: li­terasi baca tulis, literasi nu­merasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan.

“Literasi baca tulis sudah kita kembangkan saat ini. Ke­mudian literasi numerasi, di mana kedua ini tidak hanya diberikan kepada yang buta huruf, tapi juga dilakukan ke­pada masyarakat umum dalam proses pembelajaran. Literasi sains ini sangat bergantung pada bagaimana kita meng­gunakan kejadian alam untuk perbaikan ke depan. Literasi finansial kemampuan untuk menggunakan keuangan, se­perti bagaimana memperoleh sumber keuangan dan me­manfaatkannya. Sedangkan literasi budaya dan kewargaan menyangkut bagaimana semua masyarakat kita memiliki lite­rasi budaya dan kewargaan yang baik, yang bisa menjadi warga negara yang baik se­perti apa kewajibannya dan haknya, ini yang harus di­kembangkan dalam literasi budaya dan kewargaan,” be­bernya.

Baca Juga  Kemendikbudristek Beri Kemudahan untuk Pengembangan Karier Dosen

Dalam kesempatan yang sama, asisten Deputi Literasi, Inovasi dan Kreativitas, Ke­menterian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indo­nesia (Kemenko PMK), Jaz­ziray Hartoyo, menekankan bahwa dalam peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas dalam SPJ 2020–2024 mencakup empat kegiatan prioritas untuk pembangunan karakter.

“Revolusi mental dan pem­binaan ideologi Pancasila, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, memperkuat moderasi beragama dan budaya literasi inovasi serta kreativitas. Nanti struktur untuk mewu­judkan SDM yang berkualitas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mardianah sela­ku Tutor Pendidikan Keaksa­raan di PKBM menyarankan, dalam pengembangan kegia­tan Pendidikan Keaksaraan ke depan sebaiknya diadakan pendampingan baik melalui kualitas produksi mauoun penyaluran produk. “Karena praktik baik pembelajaran keaksaraan dengan metode vokasional berbasis potensi lokal di masa pandemi Covid-19 dapat mengurangi buta aksa­ra dan dapat meningkatkan taraf hidup para peserta didik,” ujar pemenang Anugerah Pe­giat Keaksaraan itu.

Baca Juga  Kemendikbudristek Rekrut 700 Pelatih Ahli Sekolah Penggerak

Senada dengan itu, Benny Arnas, Pemenang TBM Krea­tif Rekreatif dari TBM Benny Institute dan Daya Cipta Kota Lubuklinggau, Suma­tera Selatan, menyampaikan bahwa ia bersama institusinya menaruh perhatian besar terhadap literasi digital. Oleh karena itu, ia mendirikan se­buah institusi bernama Ben­ny Institute untuk mencipta­kan para pelajar Pancasila melalui berbagai pelatihan literasi. “Saya berterima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah menyelenggarakan acara yang luar biasa ini,” ujarnya bangga.

Sebagai penutup, Direktur Samto mengucapkan terima kasih terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Ha­rapannya, semoga kita bisa terus berkarya untuk mengisi kemerdekaan ini,” pungkasnya. (*/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *