Keukeuh Ogah Pindah, PKL Pasar Kebonkembang Gerudug Gedung Dewan

by -
PKL Pasar Kebonkembang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Bogor. (Ghiffar/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Setelah sempat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, beberapa waktu lalu, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sedianya berjualan di sekitar Blok B Pasar Kebonkembang, bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menggeruduk gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (14/9) sore.

Puluhan PKL sempat melakukan aksi dengan berorasi di depan gedung DPRD sebelum kemudian beberapa perwakilan diterima audiensi bersama Komisi I DPRD Kota Bogor. Terkait PKL yang merasa haknya berjualan dirampas oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPPJ)

Dalam audiensi, Sekretaris Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Bogor, Didi Ponidi menyoal kebijakan PPPJ yang melakukan penertiban di blok B2 Pasar Anyar. Pihaknya kekeuh tidak ada pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) yang dilakukan.

Baca Juga  Happy Puppy Berikan Pelayanan Terbaik Buat Masyarakat Kenyamanan Pelanggan Jadi yang Utama

“Dari PPPJ sendiri tidak pernah mengadakan komunikasi untuk menuntun para PKL ini, apabila PPPJ ingin melakukan pemindahan, selama ini tidak membangun komunikasi dengan kami,” katanya.

Ia pun meminta DPRD Kota Bogor agar segera menyikapi apa yang sudah dilakukan PDPPJ. Agar melakukan suatu hal berdasarkan payung hukum yang jelas.

“Kami ingin ada sikap tegas dari anggota dewan komisi satu, dorong wali kota agar kami bisa berjualan kembali, karena wali kota kan pimpinan BUMD, yang menunjuk pimpinan BUMD,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Anita Primasari Mongan mengungkapkan ada beberapa permintaan para PKL saat audiensi di gedung DPRD Kota Bogor. Ia menyebut bahwa semua aspirasi para PKL akan ditampung sepenuhnya. Tak kurang ia mencatat ada tiga aspirasi yang diterima legislator. Pertama soal jumlah PKL, di mana ada 34 PKL yang harus dan jangan dikurangi.

Baca Juga  Lebaran Tahun Ini Kota Bogor Tutup TPU, Warga Dilarang Ziarah

“Padahal itu sudah melebihi yang seharusnya. Yang kedua mereka ingin ketika mereka sudah dapet uang, baru mau pindah ke dalam pasar. Meskipun sebetulnya PPPJJ sudah mempersiapkan gratis selama 6 bulan keringaan dan sebagainya,” papar Anita.

Menurutnya, hal itu akan membuat para pedagang lebih baik. Apalagi Kota Bogor kini tengah berupaya menuju Kota Layak Anak dan Kota Ramah Keluarga.

“Harusnya semua ditertibkan, rapih. Yang ketiga, mereka pengen ditunjukin perda atau peraturan mana, yang bisa membuat mereka pindah, dari lokasi sebelumnya,” terang Anita.

Sehingga, agak sulit untuk tetap mempertahankan PKL berjualan di pelataran Blok B2 Pasar Kebonkembang.

“Karena saya tau Perdanya. Kita harus tau dulu paham dulu Perdan-ya. Ketika kita menerima masukan dari masyarakat kita nggak boleh berdebat, tapi sedikit sedikit kita berikan informasi supaya bisa menuju kesana,” ungkapnya.

Baca Juga  Pelatih Tanggapi Santai Tudingan Di Popwilda

Anita juga menjelaskan bahwa lahan PDPPJ tersebut adalah sah milik PPPJ dan berhak melakukan ketertiban dan pengelolaan di wilayah tersebut.

“Tapi kami juga minta solusi dari PDPPJ, bagaimana nanti relokasinya aman, nyaman buat mereka dan mereka juga senang. Ya semua ga akan 100 persen senang, tapi kita berjalan sedikit demi sedikit,” pungkasnya. (cr1/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *