Kota Bogor Deklarasi Kampung Besek di Bojongkerta

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendeklarasikan Kampung Bebersih Sarerea Pikeun Kesehatan (Besek) di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor Rabu (15/9).

Selain menjadi pilot project sebagai kampung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Kampung Besek di Bojongkerta ini akan diikutsertakan dalam lomba Program Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat provinsi Jawa Barat.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, subtansi dari lomba P2WKSS ini yaitu perilaku, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, perilaku buruk yang selama ini dilakukan masyarakat sekitar dapat terkurangi hingga hilang.

“Perilaku ada beberapa hal yang ingin terbangun, pertama edukasi. Perubahan efek cepat atau lama, kalau dipaksa bisa berubah cepat tapi hilangnya juga cepat,” kata Bima Arya.

Baca Juga  Kota Bogor Minta Duit Pemprov Jabar Bangun Blok Baru RSUD, Ajukan Rp200 M Tapi Di-acc Hanya Rp25 M

Bima melanjutkan, perlu kesabaran untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Karena edukasi tidak bisa dipaksakan. Kedua, konsistensi untuk terus menerus kepada masyarakat.

“Ketiga apresiasi, warga senang diapresiasi apalagi dirasakan hasilnya. Camat Bogor Selatan bisa dibantu semua, dari situ pola prilaku terbangun,” ucapnya.

Bima berharap, Bojongkerta bisa membangun perilaku yang lebih sehat, terlebih di masa saat Pandemi Covid-19 saat ini.

Sementara itu, Camat Bogor Selatan, Hidayatullah mengatakan, Bojongkerta dipilih untuk diusulkan mewakili Kota Bogor sebagai ajang lomba P2WKSS tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2021.

Pertama, kata dia, ada pembangunan ekonomi semua sektor yang ada wilayah agar bisa merata. Seperti yang sudah dilakukan di Kelurahan Mulyaharja dan Kelurahan Pamoyanan.

Baca Juga  Bioskop di Bogor Mulai Beroperasi Besok

“Nah hari ini diharapkan Bojongkerta berjalan supaya warga juga merasa hadirnya pemerintah disini membantu memberikan motivasi dan memfasilitasi apa yang menjadi keinginan warga,” katanya.

“Kita di sini ingin menciptakan kampung wisata religi. Ada 20 pesantren di Bojongkerta. Kita ingin ada taman baca Alquran dan ruang bagi santri kedepannya,” sambungnya.

Selain itu, dengan program yang digulirkan di Bojongkerta merupakan upaya peningkatan kompetensi warga khususnya ibu-ibu untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri.

Hidayatullah mengungkapkan, salah satu yang dapat dilakukan adalan peningkatan kompetensi menjahit, UMKM dan lainnya.

“Germas merupakan satu bagian dari upaya untuk mengubah perilaku hidup sehat sehingga warga yang sehat bisa menjalankan dengan baik kegiatan ekonomi di wilayah,” bebernya.

Baca Juga  Ade Yasin Gojlok Mental Timnas Sepakbola Garuda Putri

Ditempat sama, Lurah Bojongkerta, Harry Cahyadi mengungkapkan, salah satu permasalahan di Kelurahan Bojongkerta yakni banyak warga yang membuang sampah sembarangan.

Lambat laun, kata dia, perilaku tersebut mulai berubah seiring edukasi kepada masyarakat secara terus menerus.

“Untuk sampah organik saat ini dijadikan untuk pakan magot, sampah residu diangkut oleh DLH, sedangkan sampah yang bernilai ekonkmis ditampung di bank sampah,” tutupnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *