Masjid di Kota Bogor Baru Boleh Buka 50 Persen, Pengajian Ditiadakan

by -

METROPOLITAN.id – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor, H Ade Sarmili menyebut pembukaan tempat ibadah atau masjid di Kota Bogor masih dibatasi maksimal 50 persen hingga saat ini.

Kebijakan ini berlaku selama Kota Bogor masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

“Sekarang masjid di Kota Bogor masih dibatasi maksimal 50 persen,” kata H Ade kepada wartawan, Selasa (7/9).

Menurutnya, untuk kegiatan pembinaan keagamaan, salah satunya pengajian dilakukan secara daring. Sebab, beberapa masjid di Kota Bogor sudah mempunyai akses untuk melakukan live streaming.

“Jadi pengajian-pengajian (seperti) di Masjid Raya itu kita sudah live streaming biar jemaahnya ada di rumah masing-masing, tidak perlu ke masjid untuk mempermudah waktu, tempat dan mencegah resiko menular atau tertularkan Covid-19,” ucapnya.

Baca Juga  20th Economix Gelar Seminar Ekonomi Internasional

Akan tetapi, dilanjutkan H Ade, untuk kegiatan ibadah yang bersifat mahdhah, seperti salat Jumat itu tidak bisa dilakukan secara live streaming maupun daring. Untuk itu, ibadah ini dilakukan secara langsung di masjid.

“Tapi itu pun tetap harus memperhatikan Prokes secara ketat. Yang sudah diizinkan kegiatan ibadah salat 5 waktu dan salat Jumat,” imbuh dia.

Adapun Prokes ketat yang dimaksud ialah memastikan adanya ketersediaan alat pengukur suhu tubuh, handsanitizer, jamaah membawa sajadah masing-masing, atur jarak tidak bersentuhan.

Kemudian, shaf salat bukan memanjang melainkan menyesuaikan serta khatib (yang menyampaikan khotbah) menyesuaikan alias tidak terlalu lama.

“Intinya Prokes kita terapkan secara ketat baik ke petugas maupun ke para jamaah itu sendiri,” bebernya.

Baca Juga  4 TEMPAT MAKAN YANG MURAH DAN KEREN

Soal yang mengusulkan kelonggaran aktivitas di masjid, ditambahkan H Ade, pihaknya hanya sebatas mengikuti aturan pemerintah, dalam hal ini menyesuaikan dengan keputusan Perwali.

“Kami meyakini keputusan pemerintah sudah dipikirkan secara matang, analisa sudah tepat dan kita tinggal mengikuti, karena kita bukan ahlinya disitu,” tandasnya.

Diketahui, saat ini Kota Bogor masih berstatus PPKM Level 3 sesuai keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan. Kebijakan ini berlaku hingga Senin (13/9) nanti. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *