Murid Sekolah Kita Lebih Tahu Atta Halilintar dan Fiki Naki Dibanding Tokoh Nasional

by -
Ilustrasi siswa belajar di sekolah. (fadli/metropolitan)

METROPOLITAN.id – Murid sekolah di Indonesia rupanya lebih kenal dengan publik figure yang sering nongol di berbagai platform digital seperti Atta Halilintar dan Fiki Naki dibanding tokoh nasional. Hal itu diungkapkan  Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim.

Satriwan menilai sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai tidak efektif karena pelajar menjadi bergantung dengan gawai dan internet. Selepas belajar pun mereka masih tetap memegang gawai dibanding berinteraksi dengan orang di sekitar mereka.

Ia juga melihat penggunaan internet seakan-akan sudah diluar batas. Para pelajar seperti gelisah apabila tidak memegang ponsel pintar mereka.

Tak terpisahkannya dunia digital dan para pelajar pun membuat wawasan umum anak-anak saat ini ikut tumpul. Satriwan mengatakan, pelajar era sekarang bahkan kurang mengenal para tokoh nasional.

Baca Juga  Jokowi Teken Aturan Standar Pendidikan

Bahkan, ketika dirinya memperlihatkan foto tokoh nasional dan public figure saat ini kepada para murid, mereka lebih mengenal para artis seperti Atta Halilintar dan Fiki Naki dibanding sosok yang sudah memberikan jasa bagi Indonesia .

“Dari empat foto mereka lebih kenal Atta dan Fiki naki dibandingkan tokoh nasional (Soekarno muda) dan peneliti muda kita (peneliti AstraZeneca). Maksud saya, ini adalah hasil dari durasi atau intensitas mereka dengan layar kaca setiap hari,” kata Satriwan dalam Diskusi Bulanan #10 Pendidikan di Masa Pandemi seperti dikutip dari JawaPos.com, Senin (27/9).

Berdasarkan data World Bank, Indonesia merupakan salah satu dari 9 negara yang paling intens mengakses media sosial, yakni rata-rata 8 jam per hari. Hal ini pun diperparah dengan kehadiran pandemi Covid-19.

Baca Juga  Tak Ada Orang Besar Yang Lahir Dari Sifat Pesimis

“Di masa pandemi tentu semakin besar lagi,” sambungnya.

Kondisi PPJ juga membuat para guru yang seharusnya menjadi pedoman tidak ada lagi dan hanya berinteraksi lewat tugas saja. Tentunya ini sangat disayangkan.

“Intensitas dengan sosmed itu lebih banyak dibanding guru. Waktu ada interaksi dengann guru, guru juga interaksinya lewat tugas, jadi wajar saja mereka lebih kenal dua ini (Atta dan Fiki, Red),” tandas Satriwan. (JawaPos.com/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *