Nenek Kulsum Rela Tempuh 4 Kilometer demi Vaksin

by -

METROPOLITAN – Warga Tegalkopi, RT 03/10, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigom­bong, Kulsum (75), rela ikut antre mendapatkan vaksin Covid-19, kemarin. Walau umurnya sudah tua, demi menjaga kesehatan, ia mau divaksin. Padahal, rumah dan tempat pelaksanaan vaksin cukup jauh, sekitar tiga sam­pai empat kilometer. Namun, ia memaksa anaknya mene­maninya divaksin.

”Keinginan saya sendiri. Ingin sehat saja. Walau takut, tetap maksain minta divaksin. Alhamdulillah, anak saya mau nganterin. Sekarang baru vaksin kesatu. Nanti dua minggu lagi ikut vaksin kedua kata bu dokter,” kata Kulsum kepada Metropolitan.

Ia berharap dapat kembali hidup normal tanpa ketakutan penularan Covid-19, tanpa memakai masker setiap hari, serta harus menjaga jarak. Sebab, ia ingin berkumpul bersama, bisa naik angkot tanpa jaga jarak. Kulsum pun mengaku setiap hari berdoa agar Indonesia bebas corona.

Baca Juga  Giliran Ribuan Pedagang Pasar di Bogor Disuntik Vaksin

”Inginnya negara bebas co­rona. Nggak perlu takut lagi kumpul-kumpul, berangkat ke sana-kemari nggak usah pakai masker. Cucu ibu juga bisa sekolah dengan normal,” ujarnya dengan mamakai lo­gat Sunda yang kental.

Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu, mengapresiasi orang lanjut usia yang mau divaksin. Hal itu menjadi contoh buat warga yang lainnya, sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin semakin meningkat. Selain menjaga kekebalan tubuh, vaksin juga dapat memutus mata rantai Covid-19.

”Orang tua lanjut usia dan ibu hamil semakin banyak. Pemerintah desa terus mengim­bau dan memberikan sosiali­sasi kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 tidak berbahaya. Baik untuk pencegahan penu­laran Covid-19. Mari bagi yang belum vaksin segara datangi puskesmas atau kantor desa yang mengadakan vaksin,” pungkasnya. (nto/c/els/run)

Baca Juga  Kabar Baik! Lansia, Komorbid, Ibu Menyusui hingga Penyintas Bisa Divaksin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *