Ngaspal Oktober Nanti, Konsorsium PDJT ‘Kuasai’ Bus BTS di Bogor

by -
Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo. (Foto:Ryan/Metropolitan)

Selain disubsidi Rp55 miliar dari BPTJ, Dishub Kota Bogor juga minta dana APBD Perubahan 2021 buat pengamanan operasional bus BTS.

————

METROPOLITAN.id – Kehadiran bus program Buy The Service (BTS) dari pemerintah pusat untuk Kota Bogor makin dekat. Meskipun sempat molor lantaran ditargetkan Agustus bisa terealisasi, 20 unit bus BTS disebut bakal segera ngaspal pada Oktober mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo. Ia mengatakan, proses tender yang dilakukan di pemerintah pusat sudah rampung dan menyelesaikan tahap masa sanggah. Alhasil, pihak ketiga yang nantinya bakal mengelola operasional Bus BTS ditetapkan konsorsium Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) sebagai pemenang.

“Sudah ada pemenangnya itu konsorsium PDJT. Makanya kami minta untuk segera direalisasi, minimal pertengahan Oktober ini sudah jalan,” katanya saat ditemui Metropolitan.id, Rabu (1/9).

Baca Juga  Beredar Video Viral Menegangkan, Ibu di Bogor Melahirkan di Dalam Bus

Dalam pelaksanaan nantinya, Bus BTS akan mendapat subsidi dari Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sekitar Rp52-55 miliar.

Ia juga mengaku sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) rengan berbagai pihak termasuk Kemenhub, dalam konteks kewajiban dari Dishub Kota Bogor untuk menjamin kelancaran dan keamanan Bus BTS.

Dalam PKS tersebut, berlaku selama lima tahun. Selama ini, total 75 unit bus mesti bisa ngaspal. Saat ini, rencana baru 20 bus yang akan ngaspal di dua koridor terlebih dahulu. Yakni koridor satu dan dua yang saat ini eksisting digunakan bus Transpakuan.

“Jumlahnya 20 unit. Bus baru, dibiayai subsidi dari Kemenhub. Nanti selama lima tahun mesti bisa kejar 75 unit yang ngaspal. Oktober ini akan diluncurkan. Pemenangnya Dari konsorsium dari PDJT, yakni beberap perusahan besar bus jadi satu. Ada badan hukum angkot di Bogor juga,” jelas Danjen, sapaan karibnya.

Baca Juga  6 Bulan, Cibinong Raya Digulung 21 Kali Kebakaran

Ia menjelaskan, program BTS tersebut nantinya akan merubah 3 angkot menjadi 1 bus berukuran tiga perempat, yang nantinya bakal beroperasi di enam koridor trayek angkot yang ada di Kota Bogor.

Danjen menilai program ini sangat baik dalam konteks penataan transportasi di Kota Bogor. Bahkan program tersebut sesuai dengan Perda Kota Bogor, yakni mewujudkan program konversi 3:1 yakni tiga angkot menjadi satu bus.

Di sisi lain, dalam PKS sendiri ada salah satu pasal bahwa Dishub diwajibkan untuk menjamin kelancaran dan keamanan program Bus BTS. Pihaknya pun sudah mengusulkan dana di perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1,6 miliar.

“Kalau nggak ada anggaran untuk amankan di jalan gimana? Nanti ketika dewan sudah ketuk palu (APBD perubahan), kita undang semua komponen forum lalu lintas di Kota Bogor, saya jelaskan semua,” tukasnya.

Baca Juga  Psk Gang Semen Tutup Seminggu

“Usulan anggaran dari kita Rp1,4-1,6 miliar, untuk operasional dua bulan. Kan perubahan cuma dua bulan, November-Desember. Nanti untuk tahun berikutnya dengan kegiatan yang sama, mungkin nilainya yang berbeda,” tuntas Danjen. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.