Pasukan Tiger Cepol Dikerahkan, Buru Wisatawan Bandel di Kawasan Puncak Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Selain memberlakukan uji coba ganjil genap, pasukan ‘Tiger Cepol’ bakal dikerahkan di Kawasan Puncak mulai akhir pekan mendatang.

Tiger Cepol merupakan bentukan Satpol PP Kabupaten Bogor, akronim dari Tim Gerak Cepat Satpol PP.

Pasukan ini memiliki tugas menyisir wisatawan bandel dan lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan. Mereka akan membubarkan setiap kerumunan yang ada untuk menekan penyebaran Covid-19.

Tim ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan dipimpin langsung perwira-perwira Satpol PP Kabupaten Bogor dari Eselon III. Selain melakukan pembubaran pada kerumunan, tim ini juga ada yang berkeliling melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

“Saya menurunkan tim, namanya Tiger Cepol. Mereka diploting di Puncak sejak Jumat, personel dikerahkan semua di sana dengan perwira-perwira Eselon III juga standby. Nanti dibubarkan semua kerumunan, dibagi juga timnya, ada yang berkeliling sosialisasi hingga pembubaran,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah, Selasa (31/8).

Menurutnya, kawasan wisata di Puncak Bogor masih tutup meski status PPKM turun menjadi level 3. Namun, banyak wisatawan berkunjung ke area terbuka seperti kebun teh.

Baca Juga  Warga Tolak Lapak di PU Pasar Citeureup Dibongkar

Lokasi-lokasi terbuka lainnya seperti trotoar di pinggir jalan juga menjadi incaran para wisatawan. Motor-motor nampak berjejer terparkir setiap akhir pekannya.

Kondisi ini yang menjadi salah satu penyebab padatnya kawasan Puncak Bogor, akhir pakan lalu. Kebun teh dan tempat terbuka lainnya di kawasan Puncak akan menjadi salah satu fokus penjagaan tim ini.

“Sebenarnya gini, tempat wisata di kita belum boleh buka, tapiorang banyak yang ke Puncak kebanyakan mengunjungi area-area wisata yang bebas. Contohnya banyak berkunjung ke kebun tee, kemudian lokasi-lokasi lain alam terbuka, hotel dan vila, cafe dan resto juga sudah mulai dibuka meski dibatasi,” ungkapnya.

Menurutnya, Tiger Cepol dikerahkan untuk mengantisipasi tempat-tempat terbuka yang kerap menjadi sasaran wisatawan.

“Jadi mungkin antisipasi yang sudah kita siapkan kita akan menempatkan petugas khusus di daerah-daerah yang rawan potensi penumpukan masyarakat,” tandas Agus Ridho.

Sebelumnya, kepadatan Jalur Puncak pada akhir pekan lalu saat PPKM masih berlaku menjadi perhatian serius berbagai pihak. Aturan wajib surat vaksin dan menunjukan hasil swab dinilai tak cukup karena banyak masyarakat yang sudah divaksin sehingga bisa leluasa masuk ke kawasan Puncak.

Baca Juga  Macet Puncak, Bupati Speechless

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah tak memungkiri jika kawasan Puncak pada akhir pekan lalu dibanjiri kendaraan. Kunjungan wisata ke daerah berhawa sejuk itu meningkat drastis.

“Sabtu Minggu atau weekend kemarin di Puncak memang padat. Itu menunjukan jumlah kunjungan wisata ke daerah Puncak meningkat drastis. Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi berikutnya,” ujar Agus Ridho saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/8).

Selama ini, Agus Ridho mengaku penyekatan tetap diberlakukan di beberapa titik menuju kawasan Puncak. Pengendara yang melintas wajib menunjukan surat keterangan sudah divaksin dan hasil swab sebagai syarat masuk.

Namun, seiring banyaknya warga yang sudah divaksin, termasuk warga Jakarta yang mendominasi wisatawan Puncak, banyak pengendara yang akhirnya bisa melintas karena petugas pun tak bisa menghalangi.

“Selama ini kita sebetulnya tetap melakukan penyekatan di Ciawi, Gadog, kami melakukan pengecekan surat vaksin kemudian hasil swab. Namun nampaknya ini kan masyarakat yang berkunjung ke Puncak ini rata-rata dari Jakarta dan mereka sudah banyak yang divaksin,” ungkapnya.

Baca Juga  Puluhan Pemandu Lagu dan Terapis di Bogor Digaruk Satpol-PP

Untuk itu, Satgas Covis-19 Kabupaten Bogor bersepakat untuk melakukan uji coba ganjil genap pada akhir pecan mendatang mulai Jumat hingga Minggu. Uji coba ini diharapkan dapat meminimalisasi jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan Puncak sehingga tidak terjadi kepadatan.

“Kita harapkan dengan ganjil genap ini ada pengurangan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Puncak. Ini semata-mata dalam rangka antisipasi bagaimana agar Puncak juga tidak menjadi klaster Covid-19 dan mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor,” tandas Agus Ridho.

Koordinator Penegakkan Hukum dan Disiplin Satgas Covid-19 ini menjelaskan, ada beberapa titik yang akan menjadi lokasi penyekatan ganjil genap. Di antaranya Exit Tol Ciawi, Simpang Gadog dan Rainbow Hill.

“Ada beberapa titik (penyekatan ganjil genap), yang jelas titik utama nanti di Gadog, kemudian Rainbow Hill, bendungan dan Sentul. Ada juga beberapa titik lainnya yang akan menjadi tempat penyekatan,” pungkasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *