Pemain Brutal Di-blacklist Timnas

by -

METROPOLITAN – Men­pora Zainudin Amali mengo­mentari sepak bola kungfu. Ia meminta Timnas Indonesia tak perlu memanggil pemain yang melakukan tindakan brutal dalam pertandingan.

Amali kecewa betul dengan insiden yang terjadi pada uji coba antara Persiraja Banda Aceh dan AHHA PS Pati di Ja­karta pada 8 September. Syaiful Indra Cahya paling disorot atas aksinya men­daratkan kaki di wajah Muhammad Nadhiif.

Selain Syaiful, ada juga aksi emosional yang melibatkan Zulham Zam­run. Baik Syaiful maupun Zulham sama-sama berlabel Timnas Indonesia.

”Tentang kejadian yang sem­pat heboh itu, saya kira se­pakbola kita ini mulai ditata menuju ke arah yang lebih baik. Kita mulai menumbu­hkan kepercayaan publik terhadap sepakbola, ada ke­jadian kelakuan tidak profe­sional yang dilakukan pemain profesional,” kata Amali dikutip dari pernyataannya di laman Kemenpora.

Baca Juga  Zidane Ngebet Latih Mu

Menpora menilai, selain me­miliki fisik dan teknik bagus, pesepak bola profesional juga harusnya memiliki sikap dan mental yang baik. Itu dinilai sangat penting dalam jiwa se­bagai seniman lapangan hijau.

”Pembinaan sepak bola kita menyangkut itu semua. Bukan yang terampil dalam mencetak gol, bagus dalam bertahan dan sebagainya. Kita tidak cukup sampai di situ. Harus punya mental dan attitude yang bagus,” ujar Amali.

Lebih lanjut, Amali pun me­minta kepada PSSI agar skuad Timnas Indonesia diisi dengan pesepakbola yang betul-betul profesional. Jangan sampai ada oknum yang mencoreng nama baik tim Merah Putih.

”Semua pemain berkeinginan untuk main di Timnas. Saya titip, bagi mereka yang main di kompetisi, kalau mental dan attitude kurang baik seperti contoh tersebut, itu tolong di­pertimbangkan betul untuk masuk ke timnas,” ucapnya.

Baca Juga  Ratusan Personel Siaga di Stadion Pakansari

”Sebaik apa pun pemain kalau mental dan attitude tidak bagus, maka menurut saya tak pantas berada di Tim­nas. Terus terang saya mem­beri dukungan penuh kepada Ketum PSSI, karena kita mu­lai dapat kepercayaan dari publik. Pemain profesional, perilaku juga harus profesio­nal,” tutur menteri asal Go­rontalo itu.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga menyayangkan insiden ter­sebut. Ia berharap hal serupa itu tidak terjadi lagi. Iriawan juga menyampaikan kekece­waannya atas tindakan Syai­ful dan Zulham Zamrun.

”Mereka tidak melapor saat pertandingan itu. Kalau mel­apor ada perangkat pertan­dingan yang memonitor. Yang jelas itu sudah dievaluasi. Itu oknum. Saya juga sangat ke­cewa, kok pemain seperti itu masih ada di zaman sekarang,” tandas Iriawan. (dtk/suf/run)

Baca Juga  Marinus dan Osvaldo Gabung ke Timnas di Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *