Pemkab Gandeng IPB, Sekolahkan Puluhan Kades di Kabupaten Bogor

by -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggandeng Kampus IPB untuk menggembleng para kepala desa (kades). Mereka nantinya bakal menjalani pendidikan enam bulan ke depan.

KEPALA Dinas Pember­dayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, mengatakan, tuntutan terse­but dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui sekolah pemerintahan desa. Bekerja sama dengan IPB University, pemkab me­wajibkan kepala desa ikut dalam pendidikan tersebut.

“Ini sebagai sistem pening­katan kapasitas sumber daya manusia di pemerintahan tingkat desa. Kami ingin pim­pinan desa ini mengelola desa dengan baik, terutama untuk kepentingan masyara­kat,” katanya. Menurutnya, sekolah pemerintahan desa ini akan digelar tiga bulan, mulai hari ini hingga Desem­ber.

Baca Juga  Buka Cabang di Jonggol, Mahasiswa IPB Diganjar Penghargaan

Renaldi menyebutkan, se­kolah ini juga melibatkan staf desa. Di mana mereka diwa­jibkan memberikan kontri­busi yang baik kepada ke­pala desa untuk masyarakat. “Di setiap desa ada tiga orang. Pertama kepala desa soal ke­bijakan, kemudian perangkat desa itu sebagai penyambung level kebijakan ke praktisi, terakhir adalah operator,” je­lasnya.

Dalam program ini, Renaldi menyebutkan, Pemkab Bogor menentukan 40 desa untuk ikut serta. Desa tersebut akan menjadi pilot project yang kemudian menyebar ke semua desa di Kabupaten Bogor. “Sistem pembelajarannya online dan offline. Kalau off­line seperti survei, pemetaan dan lainnya. Tapi ini lebih ke kapasitas praktik langsung, kemungkinan lebih besar praktik,” katanya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria, mengungkapkan, program yang digagas bersama Pemkab Bogor tersebut merupakan upaya mempercepat proses pengembangan desa yang presisi yang pembangunannya didukung data. “Jadi, meng­gali desa untuk hal ini meng­gunakan data numerik, data spasial. Ada beberapa indi­kator data yang digunakan. Salah satunya data stunting di desa,” katanya.

Baca Juga  Sutopo Raih Penghargaan ASN Inspiratif 2018 Besarkan Jabatan Jadi Prinsip Hidup

Ketika data tersebut telah didapatkan, maka kondisi setiap desa bakal menjadi pertimbangan bahkan prio­ritas Pemkab Bogor dalam memberikan bantuan. “Kita juga sudah MoU dengan Ke­mensos dan Mendagri untuk memanfaatkan data ini demi kepentingan pemerintahan dan bansos,” ungkapnya. (mam/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *