Pemkot Bogor Belum Restui Kampus Gelar Kuliah Tatap Muka

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengaku belum merestui sejumlah perguran tinggi atau kampus yang ada di wilayahnya menggelar kegiatan kuliah tatap muka (KTM).

Meski, pemerintah telah mengizinkan sejumlah kampus yang berada di wilayah PPKM Level 1-3 dapat menggelar kuliah tatap muka terbatas.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, sebelum kampus diizinkan menggelar kuliah tatap muka, Pemkot Bogor harus melakukan rapat koordinasi teknis (Rakornis) dengan perguruan tinggi (PT) dan Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Pertemuan itu, kata dia, akan membahas tatacara pelaksanaan perkuliahan dengan cara tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

“Intinya tentu perlu ada rakornis antara PT dengan Pemkot dan Satgas,” kata Dedie, Kamis (9/9).

Untuk itu, dijelaskan Dedie, Pemkot Bogor akan mengagendakan dalam waktu dekat pertemuan tersebut.

Baca Juga  Janji Bayar Tunggakan BPJS Warga

“Kita tunggu jadwalnya. Insya Allah Walikota Bogor akan akomodir,” ucap mantan Direktur KPK tersebut.

Meski demikian, Dedie belum mengetahui berapa jumlah perguruan tinggi di Kota Bogor yang sudah mengajukan izin untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Secara resminya saya belum tahu jumlahnya, tapi secara informal semua pimpinan PT sudah berkomunikasi,” bebernya.

Dedie menekankan, selama sesuai dengan ketentuan PPKM dan seluruh peserta didik dan penyelenggara telah divaksin maka akan lebih mudah pengajuannya.

Sebelumnya, Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengaku sampai saat ini masih menunggu rekomendasi dari Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota/Kabupaten Bogor dan Provinsi Jabar untuk menggelar Kuliah Tatap Muka (KTM).

Meski pihaknya sebelumnya sudah mendapat edaran dari kementerian untuk mempersiapkan Kuliah Tatap Muka yang digelar bulan Agustus.

Baca Juga  Pemkot Bogor Libatkan Ahli dari Unpak Telusuri Terowongan Kuno Bogor

“Tentu pertama kami harus mendapat izin dari Bupati dan Wali Kota Bogor. Karena yang memiliki otoritas adalah bupati, wali kota dan gubernur,” kata Arif, Rabu (1/9).

Meski demikian, Arif meyakini IPB sudah siap menggelar Kuliah Tatap Muka di kampus. Bahkan, sejumlah formula sudah disiapkan dari beberapa bulan lalu.

Tak sampai situ, IPB juga telah melakukan vaksinasi terhadap seluruh dosen dan tenaga kependidikannya, termasuk menyiapkan RS Lapangan khusus penanganan Covid-19.

Dengan begitu, ketika mendapatkan izin perkuliahan tatap muka di kampus, IPB tinggal menjalankan skema tersebut.

“Kami sudah siapkan plan A, B, dan C sejak lama. Plan B-nya setelah ujian akhir semester kita akan mengundang (mahasiswa) secara bertahap,” ujar Arif.

Baca Juga  Genjot UMKM Bogor di Tengah Pandemi, Bantuan Pinjaman Tanpa Bunga ala Yayasan Dimensi

Sementara itu, Wakil Rektor IPB University, Drajat Martianto menambahkan perkuliahan sistem tatap muka akan dilakukan secara bertahap. Kegiatan tatap muka diprioritaskan pada mahasiswa yang duduk di semester 5.

Namun, hal ini masih dalam tahap pembicaraan sehingga bisa berubah sewaktu-waktu.

“Kami akan mulai pertengahan Oktober, tapi secara bertahap. Diutamakan kegiatannya untuk peningkatan skill mahasiswa,” kata Martianto.

Sebagian mahasiswa juga rencananya akan masuk asrama sehingga kegiatan kampus bisa dilaksanakan lebih optimal.

Diketahui, Pemerintah mengizinkan perguruan tinggi yang berada di wilayah PPKM level 1-3 untuk melakukan kuliah tatap muka terbatas. Namun, pelaksanaan kuliah tatap harus menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai SKB Empat Menteri. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *