Pemkot Bogor Libatkan Ahli dari Unpak Telusuri Terowongan Kuno Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal melibatkan tim ahli dari Universitas Pakuan (Unpak) Bogor untuk menelusuri terowongan kuno di bawah saluran air di sekitaran Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Nantinya, Pemkot Bogor akan memanfaatkan teknologi untuk mengidentifikasi benda bawah tanah hingga kedalaman 10 meter milik Fakultas Teknik Unpak Bogor itu.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, dirinya bersama unsur Pemkot Bogor telah menemui salah satu tim ahli sipil untuk mengidentifikasi ruang bawah tanah.

“Saya sudah bertemu dengan pak Wahyu seorang ahli dari anggota tim Unpak ahli sipil. Memanfaatkan teknologi untuk mengidentifikasi di bawah tanah sampai kedalaman 10 meter,” kata Rudy, Minggu (12/9).

“Namanya ground-penetrating radar (GPR). Akan coba kita menelusuri terowongan,” sambungnya.

Baca Juga  Dukung Surat Edaran Menag Yaqut Soal Pengeras Suara Masjid, MUI Bogor : Masyarakat Baca Utuh Aturan, Jangan Terprovokasi

GPR sendiri digunakan untuk proses
deteksi benda-benda yang terkubur di bawah tanah dengan tingkat kedalaman tertentu, dengan menggunakan gelombang radio.

“Kita cek peta-peta yang ada, nanti akan ditentukan area suspect-nya,” ucapnya.

Area suspect tersebut, menurut dia, untuk menguatkan fungsi histori, yang dapat mendekatkan pada Kawasan penataan alun-alun, Stasiun 1881 hingga kawasan Nyi Raja Permas.

“Itu bagian dari pengembangan wisata heritage di sekitaran kawasan Stasiun. Maka dari itu pak wali meminta untuk membuat tim bersama, dari unsur Pemkot, akademisi, komunitas, hingga sejarawan,” imbuhnya.

Dalam beberapa hari terakhir, dituturkanya, Pemkot Bogor telah berkomunikasi dengan komunitas Bogor historia, serta perpustakaan yang memiliki data-data sejarah Kota Bogor.

“Sekarang sedang mengumpulkan dokumen, baik yang lama, maupun peta lama, langkah selanjutnya kami kompilasi, kita lihat temuan saluran air suspect-nya ada dimana,” beber dia.

Baca Juga  Nasabah KSB Ancam Demo Lebih Besar Bila Empat Tuntutan Tidak Dipenuhi

Rudy mengaku akan mendalami penemuan saluran air, akan mendalami temuan bangunan yang disebut-sebut mirip bunker.

“Setiap hari masih menelusuri dokumen-dokumen, dugaan-dugaan menjurus ke arahmana, saluran atau fungsi lain,” akunya.

Berdasarkan dokumen yang diterima sementara, saluran tersebut ada hubunganya dengan saluran Cibalok.

“Sebelum masuk kebun raya terbagi, ke depan DPRD ada dua saluran drainase ke alun-alun, Nyi Raja Permas dan menambung ke rel ke arah Ciwaringin,” tandasnya.

Sebelumnya, temuan terowongan kuno di bawah saluran air atau drainase di sekitaran Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, diduga merupakan peninggalan zaman belanda.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terowongan kuno tersebut diduga sebagai bangunan yang dibangun pada zaman kolonial Belanda.

Baca Juga  Segel Dibuka, Kemendag Gandeng Polri Segel Kembali Tempat Usaha Investasi Ilegal

Untuk menindaklanjuti temuan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Universitas Pakuan (Unpak) dan IPB University.

“Setelah kita cek di dinas terkait, memang terlihat ada peta saluran bawah tanah yang dibangun pada zaman Belanda,” kata Bima Arya usai memgecek temuan terowongan tersebut, Sabtu (28/8).

Menurut Bima Arya, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan fungsi saluran, apakah hanya saluran air atau memiliki fungsi-fungsi lain.

Untuk lebih memastikannya, Bima mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Universitas Pakuan (Unpak) dan IPB University. Tujuannya, mendeteksi luas dan panjang saluran tersebut dengan menggunakan alat yang menunjang. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.