Pengemudi Ojol Tolak Aturan Larangan Mangkal di Seputaran SSA Bogor, Ini Respon Bima Arya

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya merespon terkait penolakan pengemudi ojek online (Ojol) atas aturan larangan pengemudi Ojol mangkal diseputaran area jalur Sistem Satu Arah (SSA) Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, sebenarnya aturan yang masih dalam tahap sosialisasi ini merupakan kesepakatan yang sudah dijalin sejak ramai-ramai persoalan antara kendaraan online dan angkot pada beberapa tahun lalu.

Di mana, pada saat itu Pemkot Bogor membuat kesepakatan dengan Ojol, salah satunya terkait tidak mangkal di tempat-tempat yang tidak resmi.

“Jadi bukan kebijakan dadakan ini sebetulnya, kita balik lagi ke kesepakatan bersama kita yang waktu kita sepakati bersama-sama dan ada poin-poinnya,” kata Bima Arya saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (14/9).

Baca Juga  Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Pemuda Pertanian, Kementan dan Kemenpora Jalin Kerjasama

“Tidak boleh ada shelter atau halte liar, karena ini kan untuk kelancaran lalulintas. Kalau sekedar berhenti sebentar tidak apa-apa, kalau mangkal itu persoalan itu konteksnya,” sambungnya.

Untuk itu, Bima Arya meminta agar para pengemudi Ojol mematuhi kesepakatan yang sudah dibuat tersebut.

Adapun untuk permintaan dibangunkan shelter khusus bagi pengemudi Ojol di seputaran area jalur SSA, hal tersebut masih bisa dibicarakan.

“Iya bisa, makanya kita sama-sama bicarakan saja dengan perusahaannya. Pasti ada solusinya lah dan ini kan untuk kelancaran lalulintas bersama,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pengendara ojek online (Ojol) di Kota Bogor menolak aturan terkait larangan pengemudi Ojol mangkal diseputaran area jalur Sistem Satu Arah (SSA) Kota Bogor.

Baca Juga  5 Ide Kegiatan Liburan Akhir Pekan saat Hujan

Musababnya, aturan ini dianggap menyusahkan pengemudi Ojol saat mencari nafkah. Seperti diungkapkan pengemudi Ojol, Lili.

“Kalau saya sih sebagai yang tau persis di lapangan ya sangat menyusahkan sekali,” kata Lili saat ditemui di sekitar area jalur SSA Kota Bogor, Selasa (14/9).

“Misalnya gini, kalau ada yang order disini (di seputaran SSA), sedangkan Ojol enggak boleh mangkal disini, kan terus saya ntar jauh-jauh nyangkutnya, yang ada gitu berat di bensin,” sambungnya.

Untuk itu, Lili menyarankan agar Pemkot Bogor mengkaji ulang aturan terkait larangan pengemudi Ojol mangkal diseputaran area jalur SSA Kota Bogor.

Sebab, ia pribadi ketika menunggu orderan di seputaran area jalur SSA Kota Bogor tidak memakan waktu lama.

Baca Juga  Wah, Universitas Indonesia Gelar Open Days

“Saya suka mangkal tapi enggak lama sih, enggak diem terus enggak, paling 10 menit setengah jam paling lama,” ucap dia.

“Kalau mau (pemerintah) buat Shelter Ojol seperti kaya yang ada di Stastiun Bogor. Intinya terkait aturan itu enggak setuju,” ujarnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *