Penuhi Standar Internasional, Dua BUMD di Kota Bogor Raih Sertifikasi dari BUMN

by -

METROPOLITAN – Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor berhasil meraih sertifikasi dari Kemen­terian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sertifikasi diberikan kepada Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) dan RSUD Kota Bogor. Sebab, kedua BUMD di Kota Bogor itu dinilai sudah ber­hasil memenuhi standar in­ternasional.

Penyerahan sertifikasi itu dilaksanakan di Rumah 30, Kelurahan Batutulis, Keca­matan Bogor Selatan, pada Rabu (22/9).

Sementara, untuk jenis ser­tifikasi yang diberikan ke­pada dua perusahaan pelat merah itu terdiri dari Clean­liness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE) untuk Perumda PPJ Kota Bogor.

Sedangkan, untuk RSUD Kota Bogor yakni sertifikasi terkait hasil audit Sistem Ma­najemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Baca Juga  Bupati Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017

Asisten Deputi TJSL Kemen­terian BUMN, Agus Suhary­ono, berharap dengan adanya dukungan penuh yang dibe­rikan BUMN Jasa Survei audit sertifikasi ini mampu mening­katkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dari sisi kesehatan.

Sebab, sertifikasi diberikan sebagai salah satu kepastian bahwa RSUD Kota Bogor su­dah melakukan manajamen kesehatan sesuai standar in­ternasional.

Pun begitu dengan Perum­da PPJ Kota Bogor. Sertifikasi diberikan karena BUMD ini telah menjamin keselamatan, kebersihan, dan lainnya bagi pengunjung dan pedagang.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengaku senang dengan ada­nya perubahan paradigma dan perubahan cara pandang ini. Sebab, dengan diberikan­nya sertifikasi SMK3 kepada RSUD Kota Bogor, artinya semakin ketat RSUD melaku­kan langkah-langkah pelaks­anaan prosedur penanganan kesehatan.

Baca Juga  Pemkab Bogor Sabet Dua Penghargaan TOP BUMD 21017

”Kemudian juga bagaimana pasar yang kemudian dalam gambaran masyarakat umum­nya, yang namanya pasar itu semrawut, berantakan. Te­tapi dengan CHSE yang disam­paikan teman-teman BUMN di situ khususnya Surveyor Indonesia ditambah dari te­man-teman PT BKI dan Su­cofindo yang men-support juga disinfektan,” katanya.

”Saya rasa ini jadi gambaran bahwa kita masuk era baru yang harus kita sikapi dengan positif,” sambung Dedie ke­pada wartawan usai penyera­han.

Dedie melanjutkan, terlebih lagi jika bicara Kota Bogor. Memang Bogor ini harus men­jadi perhatian semua. Sebab, Kota Bogor adalah ibu kota defakto. Presiden tinggal di Kota Bogor, berkantor di Bo­gor. Kemudian juga presiden selalu mengajak tamu negara ke Bogor dan aktivitasnya lebih banyak dilakukan di Kota Bogor.

Baca Juga  Sayaga Ngemis Minta Modal

”Jadi saya ucapkan alham­dulillah. Terima kasih teman-teman BUMN, memberikan perhatian kepada Kota Bogor. Tentu bukan karena kedeka­tan, tapi karena ada presiden di Kota Bogor. Jadi nanti kalau ketemu, kami bisa lapor pak presiden, dari BUMN banyak sekali beri perhatian ke Kota Bogor,” tandas Dedie. (rez/ eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *