Perencanaan Desain Perkantoran Baru Pemkot Bogor Sudah Proses Tender

by -
ILUSTRASI Balai Kota Bogor. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Menilik laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, saat ini tertera paket pekerjaan DED Pembangunan Kantor Pemerintahan Kota Bogor, dengan pagu Rp1 miliar.

Dalam laman tertera proses sudah sampai pada penetapan pemenang tender, yakni PT CV Rajaya Rekayasa asal Bandung dengan nilai penawaran Rp790,3 juta. Saat ini tengah masuk masa sanggah dan dijadwalkan akhir September bisa rampung.

Publik pun bertanya-tanya, apakah ini perencanaan untuk wacana pembangunan kantor pemerintahan baru di kawasan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur?

Di mana rencana pemindahan kantor pemerintahan Kota Bogor terpusat ke Katulampa kembali menguat, setelah pertama kali muncul beberapa tahun lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, pekerjaan DED tersebut bukan untuk pusat pemerintahan Kota Bogor di Katulampa. Melainkan diperuntukan bagi rencana pengembangan perkantoran di kawasan Jalan Pemuda, tepatnya di gedung eks kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Baca Juga  PPKM Level 3 Kota Bogor Diperpanjang: Ganjil Genap Dilanjut, PTM Terbatas Digelar 4 Oktober

Nantinya akan dikembangkan untuk kantor badan-badan seperti Bapenda, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

“Beda. Kalau itu kita tunggu serah terima dulu. Mungkin ini yang di Jalan Pemuda, kan ada bekas gedung di Bapenda, mungkin itu. Kalau ini (pemerintahan di Katulampa, red) belum,” katanya.

Sedangkan untuk lahan kantor pemerintahan Kota Bogor yang baru di Katulampa, tengah menunggu proses serah terima hibah secara resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI.

“Kalau yang Katulampa ini kita tunggu serah terima dulu. Tapi persetujuan hibah lahan dari DJKN sudah ada,” ujarnya.

Hal itu pun dibenarkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Sonny Rijadi. Dari informasi yang ia punya, DED itu bukan untuk pusat perkantoran baru di Katulampa.

Baca Juga  Perbaikan TPT Cigede Kulon Mekarwangi Dapat Alokasi Rp953 Juta

Melainkan untuk pengembangan perkantoran badan-badan di Jalan Pemuda, Kota Bogor.

“Setahu saya kegiatan tersebut bukan untuk pusat perkantoran baru di Katulampa, tapi untuk pengembangan perkantoran Bappeda, Bapenda dan BKAD nanti di Jalan Pemuda,” singkatnya.

Sebelumnya, wacana pembangunan kantor pemerintahan Kota Bogor baru di kawasan Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur kian mendekati kenyataan.

Musababnya, tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor disebut sudah mendapatkan hibah lahan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Menurutnya, Pemkot Bogor masih menunggu serah terima secara resmi dari DJKN terkait hibah tanah di kawasan Katulampa.

Tetapi, sambung dia, pembangunan tak serta merta bisa segera dilakukan meskipun sudah menerima hibah.

“Kita tunggu serah terima dulu. Persetujuan hibah lahan dari DJKN sudah ada, tapi belum secara resmi diserahkan. Kalaupun ada, untuk Katulampa tahun depan itu baru (pekerjaan) cut and filled,” katanya kepada awak media.

Baca Juga  Sayaga Ngaku Untung Rp379 Juta

Sementara itu, Kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Denny Mulyadi juga membenarkan bahwa hibah lahan tersebut sudah mendapat persetujuan DJKN. Saat ini, kata dia, proses hibah tengah berjalan di DJKN.

“Betul sudah terbit Surat Keputusan (SK) dari pak Dirjen. Proses hibah sedang berlangsung. Mungkin nanti diakhiri dengan BAST (Berita Acara Serah Terima, red) antara Pemkot Bogor dengan DJKN,” ungkapnya saat ditemui Metropolitan.id di DPRD Kota Bogor, Rabu (1/9).

Ia menjabarkan, Pemkot Bogor akan menerima hibah lahan dari DJKN seluas 60.000 meter persegi hektare.

“Dengan nilai Rp217,3 miliar,” imbuhnya.

Rencananya, lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di mana saat ini beberapa bangunan kantor dinilai sudah tidak representatif. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *