PHRI Was-was Okupansi Hotel Anjlok Lagi Kena Imbas Ganjil Genap

by -

METROPOLITAN.id – Pada akhir pekan kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menerapkan sistem ganjil genap ditujuh titik. Hal itu rupanya membuat sejumlah pengusaha hotel kembali merasa cemas, musabab akan adanya pengurangan wisatawan yang datang menuju Kabupaten Bogor.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Budi Sulystio mengatakan, saat ini belum ada laporan kaitan okupansi hotel selama penerapan ganjil genap pekan lalu. Namun ia juga mengaku merasa cemas jika ganjil genap ini akan berimbas kepada okupansi hotel.

“Belum ada laporan untuk hasil evaluasi pada minggu lalu, tapi mudah-mudahan tidak ada penurunan,” kata Budi, Senin (6/9).

Meski ada ganjil genap, lanjut Budi, kondisi sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Bogor terlihat ramai. Seperti kawasan puncak, menurutnya masih ramai bahkan kondisi jalanan cukup padat, sehingga ia menilai masih banyak masyarakat yang masih berlibur di kawasan puncak.

Baca Juga  Bahaya!! Temabakau Sintetis Rasa Buah-buahan Mulai Beredar di Bogor

“Kalau lihat dari situasi di puncak kemarin memang cukup ramai. Mudah-mudahan sama seperti kondisi hotelnya ramai juga,” paparnya.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha tengah bangkit dari keterpurukan usai dihantam pandemi covid-19. Bahkan dengan adanya kelonggaran aturan yang diberikan pemerintah rupanya membuat sejumlah usaha kembali bangkit seperti perhotelan

“Alhamdulillah ada peningkatan, 50 persen bisa tercapai,” kata Wakil Ketua PHRI Kabupaten Bogor Boboy Ruswanto.

Boboy menambahkan, wisatawan yang menginap di hotel atau mengunjungi restoran di kawasan Puncak masih didominasi keluarga. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta dan sekitarnya.

Peningkatan okupansi itu karena ada beberapa penyesuaian kebijakan pada aturan PPKM Level 3. Salah satunya pada sektor ekonomi dengan sudah dibuka layanan dine in bagi restoran dan lainnya.

Baca Juga  Bogor Tutup Pintu untuk Pemudik, Jalan Tikus pun Dijaga Petugas 24 Jam

“Betul (kenaikan okupansi) karena ada beberapa kelonggaran yang diberikan,” ungkapnya. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.